Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Repatriasi sebagai Diskursus Publik di Museum Singhasari: Analisis Pandangan Pengunjung, Pegawai, dan Mahasiswa Magang tentang Penempatan Arca Singosari Islamiyah, Lidya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3076

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi perspektif dari berbagai pemangku kepentingan di Museum Singhasari, Kabupaten Malang, terkait penempatan arca-arca peninggalan Kerajaan Singhasari yang telah direpatriasi dari Belanda. Repatriasi warisan budaya merupakan isu penting dalam upaya pengembalian identitas nasional, pelestarian memori kolektif, serta rekonstruksi kesadaran sejarah bangsa Indonesia pasca-kolonialisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan pegawai museum, mahasiswa magang, dan pengunjung mengenai kesiapan Museum Singhasari dalam menerima arca-arca asli tersebut serta menelaah potensi dampaknya terhadap peningkatan kepuasan dan minat pengunjung terhadap museum daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi data, melibatkan wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi lapangan. Data dikumpulkan dari tiga kelompok informan utama yang memiliki peran berbeda terhadap pengelolaan dan kunjungan museum. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman pandangan terkait lokasi ideal penempatan arca hasil repatriasi. Sebagian responden menilai Museum Nasional Jakarta lebih layak karena memiliki fasilitas konservasi dan keamanan yang memadai, sementara sebagian lainnya menginginkan arca dikembalikan ke Museum Singhasari sebagai representasi autentik sejarah lokal. Temuan ini menegaskan bahwa repatriasi bukan sekadar proses pemindahan artefak, tetapi juga merupakan wacana strategis dalam membangun kesadaran budaya, memperkuat identitas daerah, dan mendorong kolaborasi lintas lembaga untuk pengembangan museum daerah. Dengan peningkatan fasilitas, edukasi publik, dan manajemen koleksi, Museum Singhasari berpotensi menjadi pusat sejarah lokal yang lebih inklusif dan berdaya tarik tinggi.