Penelitian ini mengkaji self defence mechanism pada mahasiswi baru dengan kepribadian introvert dan ekstrovert dalam beradaptasi di lingkungan baru, menggunakan perspektif Sigmund freud. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan adaptasi mahasiswi baru yang dihadapkan pada perubahan signifikan, baik dalam aspek sosial maupun akademik, yang mempengaruhi cara mereka menghadap tekanan lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk adaptasi mahasiswi baru introvert dan ekstrovert serta mekanisme pertahanana diri yang mereka gunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap mahasiswi baru di Universitas Al-Amien Prenduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi baru berkepribadian introvert dan ekstrovert memiliki kemampuan adaptasi sosial, namun walaupun mereka mampu beradaptasi, mereka tetap harus menyesuaikan diri serta dihadapkan dengan tantangan-tantangan lain dalam kehidupan kampus yang harus mereka hadapi, seperti peraturan-peraturan yang ada, dan tugas-tugas lainnya. Self defence mechanism mahasiswi baru berkepribadian introvert ialah proyeksi, sublimasi, reaksi pembentukan, dan represi. Sedikit berbeda dengan mahasiswi ekstrovert yang hanya menggunakan sublimasi, reaksi pembentukan, dan represi. Dalam penelitian ini mahasiswi ekstrovert tidak ada yang menggunakan proyeksi dalam melakukan self defence mechanism. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi konselor dan pihak terkait untuk memahami kebutuhan adaptasi mahasiswi berdasarkan tipe kepribadian mereka, serta memberikan panduan praktis dalam mendukung proses adaptasi di lingkungan pendidikan yang baru.