This Author published in this journals
All Journal MANUSKRIPTA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menghadapi Kematian Perspektif Muhammad Azhari bin Makruf dalam Naskah Latā’if Al-‘Ābidīn Muhammad, Zufardien
Manuskripta Vol 14 No 2 (2024): Manuskripta: Special Issue Dreamsea Student Research 2023
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v14i2.51

Abstract

The manuscript Laṭā’if al-‘ābidīn, authored by Muhammad Azhari bin Khatib Ma'ruf al-Falimbani in 1907, provides an in-depth exploration of preparations for death. This manuscript comprises a collection of hadith, commentaries, practices, invocations, and prayers related to the theme of mortality. This research not only describes the manuscript but also analyzes it within the context of Sufi influence. Furthermore, the study examines the manuscript's relevance to contemporary readers. Findings reveal that this manuscript significantly contributes to our understanding of death-themed manuscripts in the Nusantara. Beyond serving as a spiritual guide to foster a closer relationship with God, the manuscript also holds educational and social value. The timeless principles embedded within it can assist individuals in confronting death with greater preparedness. === Naskah Laṭā’if al-‘ābidīn karya Muhammad Azhari bin Khatib Ma'ruf al-Falimbani, yang ditulis pada tahun 1907, adalah sebuah manuskrip yang membahas secara mendalam tentang persiapan menghadapi kematian. Naskah ini berisi kumpulan hadis, komentar, amalan, zikir, dan doa yang berkaitan dengan tema kematian. Penelitian ini tidak hanya mendeskripsikan naskah, tetapi juga menganalisisnya dalam konteks pengaruh tasawuf. Selain itu, penelitian ini juga membahas relevansi naskah bagi masyarakat pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah ini memberikan sumbangan penting dalam pemahaman kita tentang manuskrip bertema kematian di Nusantara. Naskah ini tidak hanya berfungsi sebagai panduan spiritual untuk mendekatkan diri pada Tuhan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan sosial. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya relevan sepanjang zaman dan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi kematian dengan lebih baik.