Jannah, Isnaini Qodriyatul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Makna Konotatif pada Leksem “Kampret” dalam Grup Telegram Diskusi Skincare Jannah, Isnaini Qodriyatul
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i1.13499

Abstract

 Analysis of Conotative Meaning on “Kampret” Lexeme in Skincare Discussion Telegram GroupABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh leksem kampret sering digunakan sebagai makna makian, keburukan, sehingga leksem ini dikatakan makna konotasi negatif. Leksem kampret sering muncul di berbagai macam media sosial, salah satunya telegram. Peneliti ingin membahas makna konotatif pada leksem kampret dalam grup telegram diskusi skincare. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna konotatif pada leksem kampret dalam grup telegram diskusi skincare. Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian ini menemukan 32 data leksem kampret dalam grup telegram diskusi skincare, tetapi makna konotatifnya terdapat 42 makna konotatif negatif, di antaranya leksem kampret  pada makna konotatif negatif (tidak pantas) terdapat 11 data, makna konotatif negatif (keras) terdapat 17 data, dan makna konotatif negatif (kasar) terdapat 14 data, total keseluruhan terdapat 42 makna konotatif negatif. Dalam pembahasan tersebut, makna konotatif negatif pada leksem kampret dalam grup telegram diskusi skincare yang paling dominan muncul ialah makna konotatif negatif (keras) terdapat 17 data karena pemilik akun-akun telegram tersebut tidak dapat mengontrol diri dalam melakukan segala hal, jadi ia menggunakan leksem kampret yang bersifat mengeraskan makna.Kata kunci: Semantik, makna konotatif, leksem kampret, grup telegram diskusi skincareABSTRACTThe background of this research is the lexeme kampret is often used as a meaning of swearing, badness. Therefore, this lexeme is said to have a negative connotation. Lexeme Kampret often appears on various social media, one of which is telegram. Researchers want to discuss the connotative meaning of lexeme kampret in the skincare discussion telegram group. The method used in this research is descriptive qualitative method. The purpose of this study was to find out the connotative meaning of lexeme kampret in the skincare discussion telegram group. Based on the results and discussion in this study, it found 32 data on the skin care telegram discussion group, but there were 42 negative connotative meanings on the connotative meaning, including 11 data on the negative connotative meaning (inappropriate) and the negative (hard) connotative meaning. 17 data, and negative connotative meaning (rude) there are 14 data, in total there are 42 negative connotative meanings. In this discussion, the negative connotative meaning of lexeme in the skincare telegram discussion group that most dominantly appears is the negative connotative meaning (hard) there are 17 data because the owner of these telegram accounts cannot control himself in doing everything, so he uses lexeme kampret which is meaningful.Keyword: Semantic, connotative meaning, kampret lexeme, skincare discussion telegram group
Nilai Pendidikan dalam Novel Pramoedya Ananta Toer dan Lirik Lagu Karya Dedy Zoker Super Band Jannah, Isnaini Qodriyatul
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9160

Abstract

Abstrak Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik dan nilai pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif karena bertujuan untuk mengetahui unsur intrinsik dan nilai pendidikan dalam novel Sekali Peristiwa Di Banten Selatan karya Pramoedya Ananta Toer dan lirik lagu Singa Karawang Bekasi Karya Dedy Zoker Super Band. Hasil analisis isi dari novel Sekali Peristiwa Di Banten Selatan yaitu memiliki nilai pendidikan terhadap religius (berdoa, bersyukur, percaya kepada Allah, berpenampilan agamis), nilai pendidikan terhadap individu (mampu mengendalikan diri dari niat buruk, memiliki kepribadian yang berani, berbicara jujur, kerja keras), nilai pendidikan terhadap sosial (menghargai pendapat orang lain, bersatu antarsesama, dan bersikap sopan santun terhadap orang lain, menjaga, merawat, melindungi lingkungan yang di sekitarnya), nilai pendidikan terhadap bangsa/Negara (nasionalisme). Sedangkan, nilai pendidikan dalam lirik lagu Singa Karawang Bekasi yaitu nilai pendidikan terhadap bangsa/Negara (memperjuangkan Negeri dengan ikhlas), nilai pendidikan terhadap religius (rela berkorban demi gama), dan nilai pendidikan trhadap individu (pantang menyerah). Relevansi nilai pendidikan pada zaman sekarang adalah agar seseorang menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kata kunci: Sastra Bandingan, Sekali Peristiwa Di Banten Selatan, Singa Karawang Bekasi, Nilai Pendidikan Abstract The problems discussed in this research are the intrinsic elements and the value of education. The method used in this research is descriptive qualitative method because it aims to find out the intrinsic elements and educational value in the novel Once Event Di Banten Selatan by Pramoedya Ananta Toer and the lyrics of the song Singa Karawang Bekasi by Dedy Zoker Super Band. The results of the content analysis of the novel Once Events Di Banten Selatan have educational values "‹"‹for religious (prayers, be grateful, believe in God, have a religious appearance), educational values "‹"‹for individuals (able to control oneself from bad intentions, have a brave personality, speak honestly, work hard). hard), the value of social education (respect the opinions of others, unite among others, and be polite to others, maintain, care for, protect the surrounding environment), the value of education to the nation/state (nationalism). Meanwhile, the educational value in the lyrics of the song Singa Karawang Bekasi is the value of education towards the nation/state (to fight for the country sincerely), the value of education to religion (willing to sacrifice for religion), and the value of education to individuals (never give up). The relevance of the value of education today is for someone to become a better person. Keywords: Comparative Literature, Sekali Peristiwa Di Banten Selatan, Singa Karawang Bekasi, Educational