Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Simetri Lipat dan Simetri Putar melalui Bahan Manipulatif Origami pada Kelas III SDN 56 Payakumbuh Kota Payakumbuh T.P 2021/2022 Neliza, Neliza
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 1 No. 1 (2024): IJISK 2024
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v1i1.29

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 56 Payakumbuh mengalami kesulitan dalam menentukan banyak simetri lipat dan simetri putar pada pelajaran matematika. Guru sebagai fasilitator dalam membimbing siswa untuk mencapai hasil belajarnya, harus mampu melakukan sebuah pendekatan dan membuat konsep pembelajaran matematika menjadi lebih menarik dan menyenangkan.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi simetri lipat dan simetri putar melalui bahan manipulatif origami. Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Metode yang digunakan adalah tes dan pengamatan langsung (observasi). Teknik data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan penggunaan bahan manipulatif origami pada pembelajaran matematika materi simetri lipat dan simetri putar dapat meningkatkan hasil belajar. Hal itu terbukti dari persentase ketuntasan belajar sebelum melakukan perbaikan (pra-siklus) sebesar 20 % dengan 3 siswa yang tuntas dari keseluruhan 15 siswa, kemudian meningkat pada siklus 1 menjadi 53% dari 8 siswa yang tuntas. Berhubung hasil tersebut belum mencapai kriteria keberhasilan belajar, dilakukan perbaikan pada siklus II. Pada siklus ini terdapat peningkatan ketuntasan hasil belajar menjadi 73,33% dengan 11 siswa yang tuntas. Berdasarkan kriteria keberhasilan belajar, hal tersebut menunjukkan keberhasilan yang baik sehingga peneliti cukup melakukan perbaikan sampai pada siklus ke II.