gayo, Rahmatsyah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru dalam Pendidikan Karakter Perspektif Al-Ghazali gayo, Rahmatsyah; Nazmi; wahyu laraswati
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 6 No. 4 (2025): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v6i4.21023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Imam Al-Ghazali mengenai pendidikan karakter serta menelaah peran ideal seorang guru dalam perspektif tersebut. Latar belakang penelitian ini didorong oleh krisis moral yang melanda generasi muda di era modern, di mana kemajuan teknologi tidak selalu disertai dengan penguatan nilai-nilai akhlak. Dalam konteks ini, pemikiran Al-Ghazali yang menekankan pentingnya pendidikan akhlak dan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) menjadi sangat relevan untuk dikaji dan diaktualisasikan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library Research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui analisis terhadap karya-karya utama Al-Ghazali seperti Ihya' 'Ulumuddin , serta literatur pendukung lainnya yang membahas pendidikan Islam dan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Ghazali, tujuan utama pendidikan adalah mendekatkan diri kepada Allah dan menyempurnakan akhlak. Guru memiliki peran sentral sebagai pendidik ruhani, pembimbing akhlak, dan teladan moral. Etika mengajar yang ditekankan mencakup keikhlasan, kesabaran, kasih sayang, dan keteladanan. Pemikiran Al-Ghazali memberikan kontribusi besar dalam merumuskan model pendidikan karakter yang integratif antara aspek kognitif, moral, dan spiritual. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk diimplementasikan dalam pendidikan masa kini guna membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai-nilai pendidikan karakter ala Al-Ghazali diintegrasikan dalam kurikulum dan pelatihan guru secara sistematis lebih.