Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Nilai-Nilai Toleransi Beragama Dalam Sosial Kemasyarakatan di Desa Belo Laut Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat Puti Anisa
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/5z1tz681

Abstract

This diversity is a national asset that can be synergized for the common good. Tolerance has become the foundation for a peaceful and civilized social order. In essence, the more tolerant a society is, the more likely it is to achieve success. Therefore, tolerance is a necessity, especially in a pluralistic society. This study uses qualitative research and uses a purposive sampling technique, namely a technique for collecting data sources with certain considerations, for example, certain people who are considered to know best about what we expect, making it easier for researchers to delve into the object or social situation being studied. The results of the study show that: Belo Laut Village instills the values ​​of tolerance in its community so that people understand the importance of living in harmony between religions, not demeaning each other, and not being selfish in religious life. The process of internalizing the values ​​of religious tolerance in social life in Belo Laut Village uses three stages: the value transformation stage, the value transaction stage, and the value transinternalization stage. Then, the internalization of the values ​​of religious tolerance in Belo Laut Village has a significant positive impact on social life. Internalizing the values ​​of religious tolerance has successfully created a harmonious environment, fostering mutual respect among religious communities. Some key positive impacts include: increasing faith and piety among members of each religion, achieving solid national stability, upholding and promoting development, and maintaining and strengthening a sense of brotherhood.   Abstrak Keragaman tersebut menjadi modal kekayaan bangsa yang dapat disinergikan demi kepentingan bersama. Toleransi sudah menjadi fondasi untuk tatanan masyarakat yang damai dan berkeadaban. Intinya, semakin masyarakat tersebut toleran, akan semakin mungkin untuk menggapai keberhasilan. Karena itu, toleransi menjadi sebuah keniscayaan, terutama dalam masyarakat plural. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu misalnya orang tertentu yang mana orang tersebut dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan sehingga memudahkan peneliti mendalami objek atau situasi sosial yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Desa Belo Laut menanamkan nilai-nilai toleransi di dalam masyarakatnya agar masyarakat mengetahui pentingnya hidup rukun antar agama, tidak saling merendahkan satu sama lainnya, dan tidak egois dalam kehidupan beragama. Proses internalisasi nilai-nilai toleransi beragama dalam sosial kemasyarakatan di Desa Belo Laut menggunakan tiga tahap yaitu tahap transformasi nilai, tahap transaksi nilai dan tahap transinternalisasi nilai. Kemudian, Internalisasi nilai-nilai toleransi beragama di Desa Belo Laut memberikan dampak positif yang signifikan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Internalisasi nilai-nilai toleransi beragama ini telah berhasil menciptakan lingkungan yang rukun, harmonis, dan saling menghargai antarumat beragama. Beberapa poin kunci dari dampak positif ini meliputi: peningkatan keimanan dan ketakwaan masing-masing agama, mewujudkan stabilitas nasional yang mantab, menjunjung dan menyukseskan pembangunan, serta memelihara dan mempererat rasa persaudaraan
Problematika Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Puti Anisa; Sefti Angraini; Rica Khoirany
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2025): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edois.v3i1.5199

Abstract

Kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar negeri 16 Mentok masih menunjukkan keadaan yang sangat memprihatinkan. Konten materi Pendidikan Agama Islam juga lebih fokus pada pengayaan pengetahuan (kognitif) dan minimnya pembentukan watak (afektif) serta pembiasaan (psikomotorik), di tambah lagi lemahnya sumber daya guru dalam mengembangkan metode dan pendekatan dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang bervariasi, minimnya sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di rumah. Dalam rangka untuk mengatasi problematika Pendidikan Agama Islam ini, harus ada satu hari dalam satu minggu misalnya hari jumat untuk kegiatan pembentukan sikap seperti kajian ayat Al quran, Latihan menjadi muazin, khotib, atau petugas sholat jumat yang dilaksanakan langsung oleh siswa dengan bimbingan guru. Setiap hari pukul 08.00 WIB digerakkan untuk sholat dhuha, pukul 12.05 sholat zhuhur. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode ini sangat tepat untuk mengetahui bagaimana kondisi yang dialamai pendidik di sekolah, sehingga peneliti dapat memahami terhadap data yang diperoleh di lapangan. Setidaknya ada beberapa permasalahan yang dihadapi pendidik di sekolah yang disebabkan oleh peserta didik dalam pendidikan yang dirasa belum maksimal dalam pelaksanaan.