Pembelajaran berbasis alam (Nature-Based Learning/NBL) menawarkan pendekatan yang kontekstual, menyenangkan, dan holistik dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) yang sangat relevan dengan kebutuhan perkembangan anak pada masa keemasan. Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi manfaat, strategi implementasi, serta hambatan penerapan NBL dalam konteks PAUD di Indonesia. Studi ini mengkaji sejumlah penelitian nasional yang menunjukkan bahwa pendekatan NBL berdampak positif terhadap aspek kognitif, motorik, sosial, emosional, hingga perkembangan karakter anak. Proses pembelajaran yang melibatkan eksplorasi langsung terhadap lingkungan sekitar mendorong anak untuk aktif berpikir, berinteraksi, dan membangun makna melalui pengalaman nyata. Model pembelajaran ini didasarkan pada prinsip belajar di alam, dengan alam, dan bersama alam, yang terbukti meningkatkan minat belajar, kemampuan problem solving, keterampilan sosial, dan kecintaan terhadap lingkungan. Selain itu, pendekatan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berdiferensiasi dan berbasis minat anak. Dengan merangkum berbagai temuan, artikel ini menyajikan refleksi kritis terhadap efektivitas dan tantangan pelaksanaan NBL di lembaga PAUD, sekaligus menawarkan arah pengembangan lebih lanjut dalam kebijakan pendidikan dan praktik pedagogis yang kontekstual. Hasil studi ini diharapkan menjadi kontribusi konseptual dan praktis dalam pengembangan pendidikan anak usia dini yang berorientasi pada kebutuhan anak dan berkelanjutan secara lingkungan.