Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERIAN KOMPRES HANGAT WWZ (Warm Water Zack) PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DENGAN MASALAH NYERI AKUT Khalis, Naila; Sapuri, Dahlia; Batubara, Khairunnisa
Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Holistik Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan & Kesehatan Holistik - Juli
Publisher : LPPM AKPER GITA MATURA ABADI KISARAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65386/jkkh.v1i2.2

Abstract

Urinary Tract Infection (UTI) occurs due to infection that occurs in the upper and lower urinary tract, where the presence of bacteria ranges from around 10.5 colonies per milliliter (CFU/ml) in a urine sample. To treat the main complaint in the form of pain, nurses can intervene with pharmacological therapy in the form of antibiotics and non-pharmacological therapy such as warm compresses to relieve pain, namely by applying warm compresses to the painful area. The purpose of writing this scientific paper is so that researchers can provide health education to patients and carry out nursing care for patients suffering from UTI with complaints of acute pain at the Kisaran City Hospital. This study uses a descriptive approach in the form of a case study. The results showed that giving warm compresses using WWZ (warm water zack) or better known as hot bubbles to the patient's painful area was proven to be able to reduce pain levels. In client 1, the pain that was initially on a scale of 6-7 decreased to 3-4, while for client 2, the pain level that was initially on a scale of 5-6 decreased to 2-3. The identified nursing diagnosis is acute pain related to physiological injury, indicated by pain during urination. The conclusion is that giving warm compresses is one of the effective non-pharmacological methods to reduce the pain felt by clients suffering from Urinary Tract Infection.
Hubungan Tingkat Stres dengan Nilai Hb pada Remaja Usia 15-17 Tahun Batubara, Khairunnisa; Hasan, Afrizal; Shandra, Shandra; Siregar, Wiyanna Mathofani; Khalis, Naila; Billa, Salsa; Husaini, M. Hafinawa
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 14 No. 1 (2026): JKP JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v14i1.1316

Abstract

  Latar Belakang: Stres merupakan salah satu faktor psikologis yang berpotensi memengaruhi kondisi fisiologis, termasuk kadar hemoglobin (Hb) pada remaja. Pada masa remaja, perubahan biologis, sosial, dan akademik meningkatkan risiko terjadinya stres yang berkepanjangan sehingga dapat memengaruhi keseimbangan hormonal dan proses hematopoiesis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres dengan nilai Hb pada remaja usia 15-17 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian berjumlah 70 remaja, dengan sampel sebanyak 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan nilai Hb diperoleh melalui pemeriksaan hemoglobin menggunakan metode standar laboratorium. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas dan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar responden mengalami tingkat stres sedang (50,0%) dan memiliki nilai Hb dalam kategori normal (65,4%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan nilai Hb (p < 0,05), dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif (p = -0,482), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat stres, semakin rendah nilai Hb pada remaja. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan sedang antara tingkat stres dan nilai Hb pada remaja usia 15-17 tahun. Temuan ini menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif dalam pengelolaan stres serta pemantauan kadar Hb sebagai bagian dari program kesehatan remaja.