Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Berdasarkan Nilai Budaya Lokal Suku Manggarai (Studi Pada Desa Bea Kakor) Ranggi, Oktavianus Surijo; Demu, Aldarine Molidya, Yohanes
Jurnal Mirai Management Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v10i2.10230

Abstract

Pajak merupakan salah satu pendapatan utama bagi pemerintah baik pusat maupun pada tingkat daerah, salah satunya pada Kabupaten Manggarai. Pada tahun 2024 penerimaan pajak kabupaten Manggarai hanya 66% dari target. Untuk itu, perlu adanya upaya memperkuat serapan pajak, salah satunya dengan penguatan kepatuhan pajak. Kepatuhan pajak sangat berkaitan erat dengan perilaku manusia, untuk itu, saya ini menelaah kepatuhan pajak ini dengan fokus pada dimensi budaya. Hal ini karena tradisi budaya masih dilestarikan pada masyarakat Manggarai salah satunya tradisi teing hang. Pada penelitian ini fokus pada relasi kuat nilai-nilai budaya teing hang ini dalam membentuk kepatuhan pajak masyarakat Manggarai. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara dengan 4 narasumber dan menggunakan software Nvivo sebagai alat bantu analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi teing hang ini memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran masyarakat dalam kewajiban membayar pajak. Masyarakat menyadari nilai konsekuensi dari setiap tindakan. Hal ini menjadi pegangan sehingga ketika adanya kewajiban baik dalam tradisi budaya maupun dalam perpajakan adanya kesadaran untuk melaksanakan dan mematuhinya. Nilai-nilai yang dibentuk dan dididik sejak dini seperti “neka kembeluak, neka kembeleja, neka kembeleis” (tidak membangkang, tidak apatis, tidak melawan)membantu sebagai pegangan kuat masyarakat dalam melihat setiap kebijakan dan perintah yang ada. kata kunci: tradisi teing hang, pajak, konsekuensi, kepatuhan