Priscila, Priscila
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Metode K-Means pada Pemetaan Persebaran Penyakit Diabetes untuk Rekomendasi Prioritas Pemberian Penyuluhan Priscila, Priscila; Jamhur, Hardi
Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputasi) Vol 1 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) – Universitas Binaniaga Indonesia (UNBIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36350/jskom.v1i2.42

Abstract

Proses pemetaan persebaran penyakit diabetes merupakan pengelompokan persebaran penyakit diabetes berdasarkan dari berbagai kriteria yang nantinya dikelompokkan (klasterisasi) berdasarkan persebaran penderita diabetes baik itu tinggi, sedang, rendah guna membantu pihak tenaga kesehatan dalam menyediakan acuan data dan informasi agar dapat menentukan strategi pemberian penyuluhan mengenai penyakit diabetes di setiap kelurahan yang dapat dijalankan di periode selanjutnya. Pada penelitian ini dikembangkan sebuah aplikasi yang dapat mengetahui persebaran penderita penyakit diabetes dengan pendekatan Algoritma K-Means Clustering yaitu dengan menganalisis kelompok data awal, mentransformasi data awal dan melakukan pengelompokkan. Didalamnya diterapkan variabel-variabel yaitu merokok, kurang aktifitas fisik, gula berlebihan, garam berlebihan, lemak berlebihan kurang makan sayur dan buah, konsumsi alkohol, dan pemeriksaan gula. Hal ini dilakukan untuk melihat persebaran penyakit diabetes, supaya dapat membantu pihak tenaga kesehatan dalam menyediakan acuan. Pada aplikasi yang dibangun telah dilakukan uji kelayakan dan diperoleh presentase kelayakan 100% yang dapat dikaterogikan kedalam interpretasi yang “Sangat Layak”. Telah dilakukan uji pengguna dengan menggunakan kuesioner PSSUQ sesuai dengan kategori PSSUQ diantaranya yaitu Overall sebesar 73,2% , Sysuse sebesar 69,01% , Infoqual sebesar 78,6% , Interqual sebesar 71,5% , yang artinya aplikasi layak digunakan. Serta telah uji validitas cluster menggunakan Silhouette Coefficient terhadap algoritma K-Means yang diterapkan dengan nilai yang di dapat sebesar 0,503 yang berarti klaster yang dibuat termasuk dalam kategori “weak structure”.