Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of the Implementation of E-Learning Communication Technology in Higher Education Nabillah
Al-Ard: Journal of Education Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/al-ard.v1i2.7

Abstract

This study discusses the use of e-learning communication technology in higher education. The method used in this article is qualitative research with library research, namely research whose subjects are literature. A large amount of facts and data in qualitative research are believed to be stored in the form of documents. Most of the available data is in the form of letters, notes, reports, photographs, and so on. The results obtained in this study are that the implementation of e-learning has the potential to enhance the learning experience, but also faces challenges that need to be addressed. Educational institutions need to consider these advantages and disadvantages to design effective and inclusive e-learning programs and provide the necessary support for students to succeed in a digital learning environment.
PENERAPAN METODE MIND MAPPING PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI MIS GUPPI NO.13 TASIK MALAYA Siswanto; Nabillah; Lasmana , Wanda Ayu
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 3 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i3.1165

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh penerapan metode pembelajaran. Metode sebagai jalan yang dilalaui untuk memberikan pemahaman atau pengertian kepada peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode mind mapping pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam (SKI) dalam meningkatkan minat belajar siswa di MIS Guppi No.13 Tasik Malaya. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualilatatif yang dilakukan dengan teknik pengumpulan data; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data; reduksi data, penyajian data dan pengambilan data. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa. Hasil penelitian yang dicapai dalam peneliti ini dapat diketahui bahwa penerapan metode pembelajaran Mind Mapping pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam yang diterapkan di Mis Guppi No.13 Tasik Malaya, sehingga dengan penerapan metode pembelajaran Mind Mapping pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa. Karena terliahat siswa mampu dalam mencari bahan- bahan yang dibutuhkan dalam pembelajaran secara sendiri, siswa dapat memahmi materi sesuai keinginan mereka dalam membuat metode mind mapping Selanjutnya Faktor Pendukung mudah digunakan dan di mengerti, peserta didik diajarkan untuk lebih aktif, materi yang di berikan hanya ide-ide pokok dan bisa diingat oleh siswa. Faktor Penghambat siswa kesulitan dalam membuat garis- garis hubung karena terhambat peralatan seperti mistar, jika materi terlalu panjang maka mind mapping sulit untuk dibuat.
Meningkatan Keterampilan dalam Pengelolaan Keuangan pada Remaja Kampung Ciwindu Nabillah; Aisyah; Vio Puspita Sari
TRIDAYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): TRIDAYA
Publisher : Prodi Akuntansi, Universitas Pamulang Kampus Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/tridaya.v2i1.47361

Abstract

Community Service (PKM) in Ciwindu Village, Ciwarna Village, Serang Regency, on October 3-4, 2024 aims to improve the knowledge and skills of adolescents in financial management. The program begins with village observation, followed by planning, execution, and evaluation through surveys, interactive training, and practical socialization. As a result, there was a significant increase in adolescents' understanding of budgets, priority needs, and financial planning. The program successfully equips them with the skills to achieve long-term financial stability, which is expected to improve their economic well-being. Overall, this PKM has a positive impact on individuals and communities, as well as opening up opportunities for similar programs in the future.
Pengembangan Model Kolaboratif Mahasiswa dan Masyarakat dalam Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal M. Syadli; Radika Alhasani; Hanis Sulastri; Fara Padila; Romayani; Riska Sapitri; Cindi Rahma Riadi; Nabillah; Mirna; Dea Anada; Anggi Tri Wulandari; Anggela Ayu Wulandari; Khofiza Irly Fathira; M. Khazin Khairullah; Khairul Mutaqin; M. Lutfi Alfarez; Syabbus Sauki; Rama Ardianto
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4963

Abstract

Penguatan moderasi beragama berbasis kearifan lokal menjadi urgensi dalam merespons tantangan polarisasi sosial dan intoleransi di tengah masyarakat multikultural. Perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui keterlibatan mahasiswa dalam program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada harmonisasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat dalam memperkuat moderasi beragama berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain participatory action research (PAR). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan pemberdayaan masyarakat, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kolaboratif yang dikembangkan terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu: (1) pemetaan sosial dan identifikasi nilai kearifan lokal, (2) perancangan program kolaboratif berbasis dialog dan partisipasi aktif, serta (3) implementasi dan refleksi bersama untuk memperkuat sikap toleransi, inklusivitas, dan komitmen kebangsaan. Model ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya moderasi beragama serta memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual berupa model kolaboratif berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi dalam konteks masyarakat multikultural lainnya.