Urbanisasi merupakan fenomena global yang semakin pesat di Indonesia, khususnya di Jakarta sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak urbanisasi terhadap tata ruang kota dan dinamika kehidupan perkotaan di DKI Jakarta menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dari jurnal ilmiah, laporan BPS, dan publikasi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa migrasi penduduk pedesaan ke kota menyebabkan transformasi lahan secara intensif, penurunan ruang terbuka hijau hingga hanya 10,2%, munculnya permukiman kumuh di tepi sungai, serta urban sprawl ke wilayah Jabodetabek. Dampak negatif seperti kepadatan penduduk 20.000 jiwa/km², kemacetan lalu lintas, banjir akibat berkurangnya resapan air, dan kesenjangan sosial semakin meningkat, meskipun urbanisasi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor industri dan jasa. Faktor pendorong meliputi peluang kerja, fasilitas pendidikan-kesehatan, dan infrastruktur modern, sementara hambatan seperti biaya transportasi dan adaptasi budaya masih membatasi migrasi. Penelitian menyimpulkan perlunya strategi pengelolaan kota terpadu yang berkelanjutan, termasuk penguatan RTRW, pengembangan RTH sesuai UU No. 26/2007, dan pengendalian alih fungsi lahan untuk meminimalkan dampak negatif sambil memaksimalkan potensi ekonomi urbanisasi.