Perencanaan pembangunan perkotaan selalu membahas tentang pembangunan infrastruktur dan tata kelola perkotaan, disisi lain ternyata masih banyak aspek pendukung yang harus diperhatikan dan salah satunya adalah kebutuhan kota untuk dapat memenuhi kebutuhan penghuni kota. Masyarakat sangat membutuhkan fasilitas kota serta pelayanan publik yang ramah dan terjangkau namun yang menjadi fokus pembahasan pada penelitian ini adalah bagaimana kota lebih dapat menciptakan keseimbangan tidak hanya pada fasilitas dan pelayanan publik namun juga bagaimana dapat menciptakan lingkungan yang ekologis dan layak huni. Metode preseden digunakan untuk dapat melihat bagaimana kota-kota besar di dunia menerapkan konsep kota impian mereka masing-masing dan memperlihatkan bahwa banyak kota-kota di dunia yang menerapkan konsep Smart City dengan melakukan inisasi dan inovasi dalam pemanfaatan teknologi dan sistem informasi pada fisik kota yang terintegrasi secara spasial. Kebutuhan akan hunian yang layak huni juga dapat diatasi melalui penerapan lapisan dari pembentuk Smart City yaitu standar dalam pemenuhan indikator-indikator yang dapat membentuk Smart Living. Salah satu isu kota yang berkembang di Indonesia saat ini salah satunya adalah Urban Sprawl dimana pertumbuhan penduduk yang tidak dapat dikontrol menyebabkan kebutuhan hunian yang layak huni menjadi semakin bertambah serta fenomena Urban Sprawl memberikan implikasi pada sistem iklim yang mendorong kota untuk dapat memenuhi kebutuhan lingkungan yang ekologis dan terintegrasi. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengetahui langkah-langkah yang tepat yang dapat di implementasikan pada perencanaan kota agar dapat mewujudkan kota impian yang ekologis dan layak huni serta melihat penerapan inovasi apa saja yang sudah diterapkan di Kabupaten Banyuasin.