Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Vegetarian Dalam Menjaga Kesehatan Dan Nutrisi Wanita Dengan Landasan Etika Ningrum Widya Rianti; Luthfiah Rossa Helman; Gilang Alfaraby Reza Erlangga; Muhammad Asvinco Hazim; Erik Sebastian Sihombing
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Vegetarianism has gained popularity among modern women as awareness of health, ethics, and environmental sustainability increases. Plant-based diets provide notable benefits, such as higher intake of fiber, vitamin C, and antioxidants that help prevent degenerative diseases. However, studies in Indonesia indicate potential risks of micronutrient deficiencies, particularly in iron, protein, calcium, and vitamin B₁₂. Such deficiencies directly affect women’s reproductive health, including menstrual cycle disturbances and a higher prevalence of anemia among adolescents and women of reproductive age. This study employed a literature review method, analyzing national scientific articles published in the last five years focusing on vegetarianism and women’s nutritional status. Findings consistently show that vegetarian diets can serve as a healthy strategy when well-planned but may lead to nutritional problems if protein variety, iron–vitamin C combinations, and vitamin B₁₂ fortification are overlooked. From a gender perspective, vegetarianism also reflects women’s ethical identity, emphasizing care for the body, the environment, and other living beings. Therefore, nutritional interventions for female vegetarians should integrate biological and ethical approaches through nutrition education, food fortification policies, and regular health monitoring. With these strategies, vegetarianism can function both as a sustainable healthy lifestyle and as an expression of women’s moral and social values in Indonesia Keywords: Vegetarianism; women’s health; nutritional status; iron; vitamin B₁₂; ethics; healthy lifestyle                          Abstrak Vegetarianisme semakin populer di kalangan perempuan modern seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan, etika, dan keberlanjutan lingkungan. Pola makan berbasis nabati terbukti memberikan manfaat berupa peningkatan asupan serat, vitamin C, dan antioksidan yang berperan dalam pencegahan penyakit degeneratif. Namun, berbagai studi di Indonesia menunjukkan adanya risiko kekurangan zat gizi mikro, khususnya zat besi, protein, kalsium, dan vitamin B₁₂. Kekurangan gizi tersebut berdampak langsung terhadap kesehatan reproduksi perempuan, termasuk gangguan siklus menstruasi dan prevalensi anemia yang relatif tinggi pada remaja dan perempuan usia produktif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis artikel ilmiah nasional lima tahun terakhir yang berfokus pada hubungan vegetarianisme dan status gizi perempuan. Hasil telaah memperlihatkan konsistensi temuan: pola vegetarian dapat menjadi strategi diet sehat bila direncanakan secara tepat, namun berpotensi menimbulkan masalah gizi bila tidak memperhatikan variasi sumber protein nabati, kombinasi zat besi dengan vitamin C, serta ketersediaan fortifikasi vitamin B₁₂. Dari perspektif gender, vegetarianisme juga merefleksikan identitas etis perempuan yang menekankan kepedulian terhadap tubuh, lingkungan, dan makhluk hidup. Oleh karena itu, intervensi gizi bagi komunitas vegetarian perempuan perlu memadukan pendekatan biologis dan etis melalui edukasi gizi, kebijakan fortifikasi, serta pemeriksaan kesehatan berkala. Dengan strategi tersebut, vegetarianisme dapat menjadi gaya hidup sehat sekaligus sarana ekspresi nilai moral dan sosial perempuan di Indonesia. Kata Kunci: Vegetarianisme; kesehatan perempuan; status gizi; zat besi; vitamin B₁₂; etika; gaya hidup sehat.