Wulandari, Apriliya Puspita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pengembangan Kompetensi Pegawai dalam Meningkatkan Public Service di Kecamatan Cipayung Wulandari, Apriliya Puspita
PRESIDENSI: Jurnal Politik dan Pemerintahan Vol. 1 No. 1 (2024): Presidensi Volume 1, No 1, Desember 2024
Publisher : Madani Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64019/presidensi.v1i1.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan kompetensi dalam meningkatkan public service di Kecamatan Cipayung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk mengetahui strategi pengembangan kompetensi pegawaidalam meningkatkan public service di kecamatan cipayung peneliti menggunakan teori kompetensi menurut Emron Edison yang terdiri dari 3 indikator, yaitu; Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap. Informan penelitian ini terdiri dari; 1 orang sekretaris camat di kecamatan cipayung dan 1 orang Ketua Subbagian Umum dan Kepegawaian, dan 1 orang Ketua Subbagian Pemerintahan, dan 2 orang pegawai di Kecamatan Cipayung. Teknik penulisan data dalam penulisan ini dilakukan dengan caraobservasi lokasi penelitian; wawancara dengan pihak terkait, dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datamenggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Strategi Pengembangan Kompetensi Pegawai Dalam Meningkatkan Public Service Di Kecamatan Cipayung cukup baik, hal ini terbukti bahwa tugas dan fungsi dari,pengembangan kompetensi pegawai dalam meningkatkan publicservice di kecamatan cipayung dalam melakukan kegiatan pekerjaannya pegawai harus memenuhi standar kompetensi yangtelah ditetapkan. Hambatan dari Strategi Pengembangan Kompetensi Pegawai Dalam Meningkatkan Public Service DiKecamatan Cipayung adalah kurangnya minat pegawai dalam meningkatkan kompetensi di bidang pelatihan atau diklat,kurangnya sumber daya manusia yang memadai, dan sarana dan prasarana pendukung yang kurang memadai.