Sinaga, Cindy
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Citra Perempuan dan Pencarian Jati Diri dalam Cerpen-Cerpen Nh. Dini: Kajian Feminisme Eksistensial dalam Sastra Indonesia Modern Sinaga, Cindy
Sinonim : Journal of Language and Literature Vol. 3 No. 02 (2025): Sinomim Journal of Language and Literature
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/sinonim.v3i02.451

Abstract

Penelitian ini mengkaji citra perempuan dan pergulatan jati diri tokoh-tokoh utama dalam cerpen-cerpen karya Nh. Dini melalui pendekatan feminisme eksistensial. Nh. Dini merupakan salah satu pengarang perempuan Indonesia yang berani mengangkat isu kebebasan, kesetaraan, dan eksistensi perempuan di tengah tekanan budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan menyingkap bagaimana tokoh perempuan dalam karya Nh. Dini berjuang menegaskan eksistensinya sebagai individu yang bebas menentukan arah hidupnya sendiri. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan analisis tekstual, beberapa cerpen seperti Langit dan Bumi Sahabat Kami, Perempuan di Sebuah Rumah Kecil, dan Sekuntum Bunga di Tengah Hujan dianalisis dari segi tema, karakter, konflik batin, serta simbol-simbol yang mencerminkan perjuangan perempuan terhadap kebebasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya Nh. Dini merepresentasikan perempuan bukan sebagai objek pasif, tetapi sebagai subjek yang berdaya, sadar, dan berani mengambil keputusan meski bertentangan dengan norma sosial. Melalui penggambaran tokoh-tokohnya, Nh. Dini menegaskan bahwa perempuan memiliki hak penuh atas tubuh, pikiran, dan kehidupannya. Pemikiran ini sejalan dengan konsep eksistensialisme feminis Simone de Beauvoir, bahwa perempuan harus membebaskan diri dari “peran yang diciptakan” oleh masyarakat. Dengan demikian, karya-karya Nh. Dini menjadi simbol perjuangan eksistensial perempuan Indonesia dalam menemukan identitas dan kebebasannya di tengah budaya patriarki yang mengekang.