Siringo-ringo, Doris
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rereading the Canon in the Algorithmic Age: Contemporary Literary Criticism, Theory, and Indonesian Literary History Siringo-ringo, Doris
Sinonim : Journal of Language and Literature Vol. 3 No. 02 (2025): Sinomim Journal of Language and Literature
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/sinonim.v3i02.453

Abstract

Artikel ini mengajukan kerangka “pembacaan ulang kanon sadar-platform” untuk menilai bagaimana kanonisitas sastra Indonesia dinegosiasikan ulang di era algoritmik. Dengan desain mixed-methods, riset menggabungkan (1) kritik teks/close reading dan analisis wacana-historiografis; (2) bibliometri & pemetaan sirkulasi (reprint, kemunculan di silabus/antologi, sitasi kritik) atas korpus 1920–2025; serta (3) audit algoritmik-kuratorial berbasis metadata/parateks (tag genre, blurb, ulasan) dan pemosisian jaringan (ko-rekomendasi/ko-rujukan). Korpus dikelompokkan menjadi tiga lapis: Canon, Semi-Canon, dan Reparatif. Hasil menunjukkan bahwa modal historis—reprint, jejak kurikulum, sitasi—tetap memosisikan karya Canon sebagai hub jaringan (degree/betweenness tertinggi) yang beresonansi ke platform melalui metadata matang. Semi-Canon berperan sebagai wilayah ambang, sedangkan Reparatif periferal meski lebih representatif terhadap penulis perempuan, bahasa daerah, dan wilayah luar Jawa. Pada sisi platform, kelengkapan metadata, konsistensi tag, dan blurb informatif berkorelasi dengan visibilitas; simulasi counterfactual menunjukkan bahwa peningkatan metadata sederhana dapat menaikkan peringkat rekomendasi rata-rata ≈10 posisi untuk judul-judul reparatif. Implikasinya, pembaruan kanon memerlukan kebijakan metadata-first, counter-lists yang mengaitkan judul reparatif dengan hub kanon (berdasar kesepadanan tema/estetika), serta edisi kritis/anotasi guna memperkuat parateks. Kontribusi teoretis artikel ini adalah model operasional yang memadukan kritik teks, historiografi sirkulasi, dan audit algoritmik, sehingga kanon Indonesia dapat ditawar ulang secara lebih inklusif dan transparan di tengah logika rekomendasi digital