Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Senyawa Organik Volatil (Aseton & Etanol) sebagai Hasil Fermentasi Limbah Biomassa dengan Kromatografi Gas Thufailah, Gladys Sukma; Firmansyah, Ferry Rayyan; Mahendra, M. Ardel; Fahema, Nadira Ammara
Kimia Padjadjaran Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mengurangi dampak negatif yang disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil terhadap pembangunan manusia, penting untuk mencari bahan kimia alternatif untuk berbagai produk yang saat ini bergantung pada bahan bakar fosil. Para peneliti telah fokus pada pengembangan produksi bahan kimia dari limbah biomassa yang tersedia dan terjangkau. Salah satu pendekatan yang telah dipelajari adalah fermentasi untuk menghasilkan aseton dan etanol. Namun, produk yang dihasilkan melalui proses fermentasi memiliki tingkat kemurnian yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan proses pemisahan untuk mendapatkan produk dengan kemurnian tinggi. Dalam proses ini, diperlukan metode untuk mengukur kadar produk fermentasi, seperti kromatografi gas. Oleh karena itu, tujuan dari eksperimen ini adalah untuk menentukan prosedur analisis suatu analit menggunakan kromatografi gas. Hasil analisis menunjukkan waktu retensi yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi aseton adalah 1,2 menit, sedangkan untuk etanol sebesar 1,06 min. Selain itu, nilai regresi yang didapat adalah sebesar y = 137414x -3212, dengan R2 = 0.9932 untuk aseton dan y = 83921x – 4230.4, dengan R2 = 0.9777 untuk etanol yang mengindikasikan bahwa metode ini sensitif, andal, dan cepat untuk identifikasi senyawa pada proses fermentasi.
Optimasi Daya Serap Spon Dengan Carbon Dots Sebagai Penyerap Minyak Putri, Ismawati; Thufailah, Gladys Sukma
Kimia Padjadjaran Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah polusi laut yang disebabkan oleh tumpahan minyak akibat pergerakan kapal-kapal pengangkut di perairan Indonesia. Tumpahan minyak memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia, ekosistem perairan, keanekaragaman hayati, dan kualitas air. Metode penanganan tumpahan minyak yang efektif dan ramah lingkungan menjadi perhatian utama. Dalam konteks ini, penelitian fokus pada pemanfaatan spons dengan pelapis carbon dots sebagai solusi potensial penyerap limbah minyak. Spons berpori berbahan dasar kapas sering digunakan sebagai adsorber minyak, namun performanya cenderung menurun setelah beberapa kali penggunaan. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penggunaan carbon dots sebagai pelapis untuk meningkatkan sifat hidrofobisitas dan oleofilik spons. Metode yang digunakan pada penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan. Pertama, tahap sintesis carbon dots menggunakan grafit pensil 2B dengan merek Faber Castell. Kedua, tahapan karakterisasi carbon dots menggunakan pengujian UV-Vis (Ultraviolet-Visible), fotoluminesensi, fourier transform infrared spectrocopy (FTIR), dan transmission electron microscope (TEM). Ketiga, tahap pengujian carbon dots sebagai pelapis spons untuk mengoptimasi daya serap minyak. Carbon dots, yang dapat disintesis dari grafit pensil dengan metode elektrokimia, memiliki sifat unik seperti hidrofobisitas, oleofilik, fluoresensi, dan fotoluminesensi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa carbon dots berhasil disintesis dengan dominasi ukuran 3 nm, mengonfirmasi sifatnya sebagai quantum dots. Pengujian daya serap spons menunjukkan peningkatan signifikan setelah dilapis dengan carbon dots, meskipun efektivitasnya cenderung menurun saat digunakan berulang. Proses iradiasi juga terbukti efektif dalam meningkatkan daya serap spons.
Effect of Inhibitor Addition, pH, and Current Density on the Corrosion Rate of Fe Metals Aulia, Anisa Fatma; Faizah, Nurul; Arifin, Rizal; Kaloka, Ardista Izdhihar; Thufailah, Gladys Sukma
IPTEK The Journal of Engineering Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corrosion significantly impacts public safety and the economy, causing substantial financial losses, infrastructure damage, and hazardous incidents across various industries. Researchers investigated the effects of pH, current density, and corrosion inhibitors (potassium chromate and potassium nitrate) on iron corrosion by measuring weight loss of iron samples immersed in sulfuric acid over time. The addition of inhibitors showed that KNO3 was more effective in reducing the corrosion rate, with values of 4.992068, 3.744051, 2.736034, 1.728017, and 0.608008 mils per year, compared to K2CrO4, which resulted in 9.728132, 7.296099, 5.472066, 3.648033, and 1.216017 mils per year. Corrosion rate increased as pH decreased, with Fe showing corrosion at pH 6.21, 5.18, 4.26, 3.85, and 3.22. The relationship between current density and corrosion rate was found to be proportional, with voltage values of 1.31, 2.24, 3.16, 5.11, and 7.1 amperes per square meter (A/m^2). This study confirms that inhibitor type, acidity (pH), and current density significantly influence corrosion behavior, where increasing pH and current density can accelerate corrosion, and potassium nitrate (KNO3) demonstrates superior corrosion inhibition compared to potassium chromate (K2CrO4).
Effect of Flow Rate NaOH on CO2 Absorption Efficiency Using a Column Tray Absorber Arifin, Rizal; Faizah, Nurul; Kaloka, Ardista Izdhihar; Aulia, Anisa Fatma; Thufailah, Gladys Sukma; Syukur, Muhammad Adnan
IPTEK The Journal of Engineering Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CO2 in industrial gas streams reduces process efficiency, corrodes equipment, and affects product quality. Additionally, CO2 emissions contribute to climate change and global warming. To mitigate these effects, CO2 removal through absorption is essential. Absorption involves contacting a gas mixture with a liquid absorbent to dissolve the gas component. This study examines the effect of CO2 flow rate (V) and NaOH flow rate (L) on CO2 absorption efficiency. The experiment involved preparing 33 liters of 0.1 normal NaOH and 250 milliliters of 0.1 normal HCl, followed by solution standardization using methyl orange. CO2 was introduced through valve V-4 while NaOH was pumped into the absorption column. Samples were taken after steady state was reached, and titration with 0.1 normal HCl determined residual NaOH concentration. Flow rate variations of 1, 3, 5, 7, and 9 liters per minute were tested. Results align with literature, indicating that as CO2 flow rate increases, NaOH flow rate also rises. However, the L/V ratio and absorbed CO2 amount decrease due to reduced contact time, lowering absorption efficiency. This study highlights the importance of optimizing flow rates to enhance CO2 capture.