Barasa, Christ Sempati Boni Pius
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komparatif Sinkronis Pengaruh Bahasa Banjar Sebagai Lingua Franca pada Ketahanan Bahasa Dusun Deah [dun] di Pangelak & Dayak Meratus [bvu] di Loksado Barasa, Christ Sempati Boni Pius; Sumbung, Arbentia Pratama
Salingka Vol 21, No 1 (2024): SALINGKA, Edisi Juli 2024
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v21i1.1086

Abstract

Lingua Franca is a status for languages used to connect diverse language communities. In meeting the needs of communication between language communities, the use of Lingua Franca as a broader language is unavoidable. This phenomenon has enormous consequences for native speakers, where slowly the mother tongue can be replaced. The importance of language preservation starts from understanding what affects the vitality of a language. Patterns of transmission and language use are appropriate studies to understand language vitality. This study aims to see the effect of Lingua Franca on language vitality with samples of Dusun Deah and Dayak Meratus languages in South Kalimantan which are dominated by Banjar language. This research uses a synchronic comparative approach in which descriptive comparisons of language transmission and use in the two languages studied become the basis for noticing the influence of the Lingua Franca. The results of this study can be a reference in carrying out the preservation of the Dusun Deah and Dayak Meratus languages. AbstrakLingua Franca merupakan status bagi bahasa yang digunakan untuk menghubungkan keberagaman komunitas bahasa. Dalam memenuhi kebutuhan komunikasi antarkomunitas bahasa, penggunaan lingua franca sebagai bahasa yang lebih luas sudah tidak dapat dihindari. Fenomena ini memiliki konsekuensi yang sangat besar terhadap penutur asli, di mana secara perlahan bahasa ibu dapat tergantikan. Kepentingan untuk pemertahanan bahasa dimulai dari memahami hal yang mempengaruhi ketahanan suatu bahasa. Pola transmisi dan penggunaan bahasa menjadi kajian yang tepat untuk memahami ketahanan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh lingua franca terhadap ketahanan bahasa dengan sampel bahasa Dusun Deah dan Dayak Meratus di Kalimantan Selatan yang didominasi oleh bahasa Banjar. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif sinkronis di mana perbandingan deskriptif mengenai transmisi dan penggunaan bahasa di kedua bahasa yang dikaji menjadi basis dalam memperhatikan pengaruh dari lingua franca. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi acuan dalam melakukan pemertahanan bahasa Dusun Deah dan Dayak Meratus.