Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transitivity in Tourism Texts on Wonderful Indonesia’s Website Pratiwi, Eni Aurita; Wanodyatama, Nike Puspita; Puspa, R. Vindy Melliany; Rianita, Lilis
Salingka Vol 22, No 1 (2025): SALINGKA, Edisi Juli 2025
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v22i1.1136

Abstract

Penelitian ini mengkaji pilihan transitivitas dalam teks pariwisata pada situs Wonderful Indonesia dengan fokus pada promosi destinasi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk meneliti jenis proses, peran partisipan, dan unsur sirkumstansial dalam teks yang dipilih berdasarkan teori Linguistik Fungsional Sistemik (SFL). Data penelitian diklasifikasikan menurut enam jenis proses Halliday (1994) yakni material, mental, relasional, verbal, perilaku, dan eksistensial - dan dua belas peran peserta, seperti Aktor, Tujuan, Penginder, Fenomena, Pembawa, dan Atribut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses material merupakan yang paling dominan dengan ekspresi yang berorientasi pada tindakan, diikuti oleh proses relasional, sementara proses behavioral tidak ditemukan. Dari sisi partisipan, peran goal lebih dominan dibandingkan aktor, sedangkan peran behaver dan target tidak muncul. Temuan ini menunjukkan adanya kecenderungan wacana untuk lebih menekankan tindakan material dan detail spasial dalam membangun citra positif destinasi Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana pilihan transitivitas dalam bahasa digunakan sebagai strategi dalam membentuk wacana pariwisata dan citra nasional. This study examines the choice of transitivity in tourism texts on the Wonderful Indonesia website with a focus on destination promotion. This study uses qualitative descriptive analysis to examine the types of processes, participant roles, and circumstantial elements in selected texts based on the theory of Systemic Functional Linguistics (SFL). The research data were classified according to six types of Halliday (1994) processes: material, mental, relational, verbal, behavioral, and existential, and twelve participant roles, such as Actors, Goals, Controls, Phenomena, Carriers, and Attributes. The results showed that material processes were the most dominant with action-oriented expressions, followed by relational processes, while behavioral processes were not found. In terms of participants, the role of goal is more dominant than that of actors, while the role of behaver and target does not appear. These findings show that there is a tendency for discourse to emphasize material actions and spatial details in building a positive image of Indonesian destinations. This research contributes to the understanding of how transitivity choices in language are used as a strategy in shaping tourism discourse and national image.
Kewirausahaan Desa Berkelanjutan Berbasis Green Economy di Desa Purwadana, Karawang Bandawaty, Euis; Hasmah; Kusuma, Bagus Arya; Rianita, Lilis; Nurlaila, Qomarotun
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1676

Abstract

Pengembangan usaha lokal di wilayah perdesaan saat ini dihadapkan pada tuntutan transformasi menuju ekonomi hijau (green economy) yang berkelanjutan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan model kewirausahaan desa berkelanjutan berbasis green economy pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Purwadana, Kabupaten Karawang. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap audit ekologis, edukasi green economy, bimbingan teknis green manufacturing dan pemasaran digital, serta evaluasi program. Keberhasilan program diukur secara semi-kuantitatif melalui instrumen pre-test dan post-test kepada 30 pelaku UMKM dan pengurus BUMDes. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra secara signifikan dengan rata-rata lonjakan pemahaman di atas 60%. Peningkatan tertinggi terjadi pada kemampuan pemasaran dan branding hijau sebesar 65% serta pemahaman konsep green economy sebesar 63%. Program ini menyimpulkan bahwa integrasi literasi digital melalui e-commerce dan praktik produksi ramah lingkungan mampu menciptakan keunggulan kompetitif bagi produk lokal, sekaligus menjadi fondasi strategis bagi terwujudnya ekosistem smart village di Desa Purwadana.