Maylinda Restu Dewanti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT DENGAN SISTEM AQUAPONIK DALAM UPAYA MENGURANGI PENCEMARAN UDARA DI KELURAHAN TANDANG KOTA SEMARANG: Pemanfaatan Lahan Sempit Dengan Sistem Aquaponik Dalam Upaya Mengurangi Pencemaran Udara Di Kelurahan Tandang Kota Semarang Maylinda Restu Dewanti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 3 No. 3 (2023): JPKK Edisi Desember 2023
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol3.Iss3.1623

Abstract

Tandang Sub-District is one of the sub-districts listed by the Semarang city government, which consists of 14 RWs and 126 RTs with most of the population working as laborers. Aquaponic is an agricultural system that does not use soil as a planting medium but combines aquaculture in collaboration with hydroponics. Based on an agricultural point of view, aquaponic can be used as an innovation for farmers to overcome crises or concerns about climate change. Moreover, it minimizes the use of limited land that can be used for planting, and this agricultural system will be able to save water and recycle nutrients obtained in the work of the mutualism system from fish to plants. The size of the pond made is 1x1x0.5m using green mustard and tilapia fish as aquaponic media. Utilization of used mineral water plastic cup containers is one of the goals in reducing plastic waste. Abstrak Kelurahan Tandang merupakan salah satu kelurahan yang berada didaftar pemerintahan kota Semarang yang terdiri dari 14 RW dan 126 RT dengan mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai buruh. Aquaponic merupakan suatu system pertanian yang tidak menggunakan media tanah sebagai media tanam namun menggabungkan akuakultur secara kolaborasi dengan hidroponik. Dilihat dari sudut pandang pertanian, aquaponic ini dapat digunakan dan dijadikan sebagai inovasi baru bagi para petani guna mengatasi adanya krisis atau ke khawatiran bagi individu terhadap pola iklim serta meminimalisir pemanfaatan keterbatasan lahan menjadi lahan yang bisa digunakan untuk menanam, dan tentunya system pertanian ini akan lebih dapat menghemat air dan mendaur ulang nutrisi yang didapat dalam kerja sistem mutualisme dari ikan kepada tumbuhan. Ukuran kolam yang dibuat yaitu 1x1x0.5m dengan menggunakan sawi hijau dan ikan nila sebagai media aquaponic. Pemanfaatan wadah bekas gelas plastic air mineral menjadi salah satu tujuan dalam pengurangan sampah limbah plastik.