Karniawan, Karniawan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBENTUK MINAT DAN KONSISTENSI KEHADIRAN ANAK DI SEKOLAH MINGGU BUDDHA WIHARA BUDDHA RATANA KARANGASEM, BALI Sutriniasih, Sutriniasih; Karniawan, Karniawan; Acep , Acep
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v7i1.129

Abstract

Dukungan orang tua dianggap sebagai salah satu faktor penting yang memengaruhi komitmen dan minat anak-anak terhadap kegiatan keagamaan. Termasuk dalam mengikuti pendidikan keagamaan di wihara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pola asuh orang tua dalam meningkatkan minat dan konsistensi kehadiran siswa di Sekolah Minggu Buddha (SMB) di Wihara Buddha Ratana Karangassem, Jl. Bhayangkara lingkungan Dangin Sema II no. 14 Amlapura, Kec. Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.  Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kasus dengan subjek penelitian para orang tua siswa SMB, Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan orang tua, Observasi partisipatif terhadap anak, guru, dan orang tua dalam kegiatan SMB, serta dokumentasi studi pustaka yang relevan. Analisis data menggunakan model Milles Hubberman dan Saldana. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola asuh yang diterapkan para orang tua siswa SMB Wihara Buddha Ratana adalah pola asuh otoritatif. Dalam pola asuh ini orang tua berperan sebagai figur otoritas yang bersikap hangat, responsif, dan komunikatif, namun tetap memiliki aturan yang jelas. Selain itu saddha (keyakinan) orang tua siswa yang kuat terhadap Tiratana (Buddha, Dhamma, dan Sangha) juga melandasi inisiatif mereka memperkenalkan Buddhisme pada anak. Kombinasi keduanya membuat para orang tua secara suportif-proaktif memfasilitasi anak untuk mengikuti kegiatan SMB baik secara teknis maupun emosional, yang pada akhirnya berdampak pada minat dan konsistensi kehadiran anak mengikuti SMB.