This Author published in this journals
All Journal Oportunitas
Niswah Firda Insiyah1
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PERTANIAN TEPADU OLEH KELOMPOK TANI (KOPTAN TANI MAKMUR ) DESA TEMATANG KECAMATAN KEREK KABUPATEN TUBAN Niswah Firda Insiyah1; Niniek Widiarochmawati
OPORTUNITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen, Kewirausahaan dan Koperasi Vol 6 No 1 (2025): OPORTUNITAS : Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen, Kewirausahaan, dan Koperasi
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pertanian merupakan sumber mata pencaharian mayoritas penduduk di Desa Temayang, sebagai kebutuhan kerumah tanggaan dan kebutuhan dasar industri kecil. Dengan bertambahnya kebutuhan dan meningkatnya teknologi yang semakin modern, petani di hadapkan dengan memilihan alternatif guna untuk memanfaatkan sumber daya yang terbatas jumplahnya. Maka di butuhkan pengelolaan yang baik dan ketrampilan yang ulet yaitu pertanian terpadu. Karena itu Salah satu upaya mengentaskan kemiskinan tersebut melalui pembangunan pertanian yaitu untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat desa khususnya di desa Temayang kecamatan kerek kabupaten Tuban. Tujuan penelitian ini guna untuk mendeskripsikan konsep, implementasi dan hasil yang di capai dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Pertanian Terpadu, metode yang di gunakan peneliti ini deskriftif kuantitatif. Teknik pengumpulan data peneliti ini mengunakan teknik snow balling dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancra, dan dokumentasi. Hasil yang dicapai dalam pengembangan ekonomi masyarakat melalui Pertanian Terpadu oleh Kelompok Tani koptan tani makmur di desa Temayang kecamatan Kerek Kabupaten Tuban mengalami penurunan selam 1 tahun terakhir ini, hal ini disebabkan karena minimnya curah hujan akhir-akhir tahun ini yang mengakibatkan tanah menjadi kering dan tidak subur lagi, selain itu adanya serbuan hama wereng dan belalang yang mengakibatkan kerugian hampir 50% tanaman jagung rusak. Merosotnya hasil pertanian ini juga berimbas pada turunnnya harga jual jangung. di tengkulak harga jagung per Kg nya hanya dihargai sebesar Rp 2.700/ Kg, dimana harga ini jauh lebih murah dari pada harga pasaran yaitu mencapai Rp 3.000/ Kg nya. Sehingga membuat para petani jagung Desa Temayang Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban merasa rugi dengan keadan saat ini.