Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS KEMACETAN PADA RUAS JALAN SAM RATULANGI KOTA MANADO IRNAWATI RATNA NINGSIH ISMAIL IRNA; Tendly S. Maki; Jeffrey A. Delarue
GEARBOX: Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 3 No.2: Desember 2022
Publisher : Pendidikan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado merupakan kota yang memiliki peran penting sebagai pusat perdagangan dan jasa angkut transportasi darat, laut maupun udara. Dan khususnya untuk perjalanan dalam kota, tepatnya di Jalan Sam Ratulangi yang dekat dengan pusat perbelanjaan pasar 45 Kota Manado. Biasanya terjadi puncak titik kemacetan berada di arah pasar 45 yang dekat dengan lokasi penelitian karena banyak orang melakukan pergerakan serentak di waktu yang sama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kemacetan yang terjadi pada ruas Jalan Sam Ratulangi, dan dapat mengidentifikasi kemacetan dengan mencari volume arus lalu lintas, hambatan samping, kecepatan arus bebas, kapasitas, derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan jalan. Hasil penelitian ini dilakukan dengan pengamatan langsung pada lokasi penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pada sore hari yaitu pada jam 17.00-18.00 WITA sebesar 5535 kend/jam, dan diubah kedalam bentuk satuan mobil penumpang (skr/jam) maka didapatkan arus lalu lintas tertinggi yaitu sebesar 3502,45 skr/jam dan total keseluruhan hambatan samping yang dihitung dalam 1 jam yaitu sebesar 527,9 yang termasuk kedalam kelas hambatan samping Tinggi (T), sehingga didapatkan total nilai derajat kejenuhan yaitu sebesar 0,82 dimana tingkat pelayanan D yaitu arus tidak stabil. Berdasarkan dari permasalahan kemacetan tersebut maka diperlukan untuk membuat larangan kepada beberapa kendaraan pribadi maupun angkutan umum untuk tidak berhenti di bahu jalan serta perlu adanya penertiban untuk pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar sehingga tidak mengganggu aktivitas pejalan kaki.
Pengaruh Praktek Kerja Industri terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI SMK YPK 2 Biak Sapto, Prihatinto; Delarue, Jeffrey Andre; Maki, Tendly Shawars
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 4 (2025): EduTIK : Agustus 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/qfheda54

Abstract

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah menelusuri dan mendeskripsikan pengaruh dan seberapa besar pengaruh praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI SMK YPK 2 BIAK.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK YPK 2 BIAK sebanyak 40 siswa. Sedangkan sampel yang diambil adalah seluruh populasi yaitu 40 siswa. Variabel yang diteliti ada dua yaitu praktik kerja industri sebagai variabel bebas (X) dan kesiapan kerja sebagai variabel terikat (Y). Pengambilan data diambil dengan teknik kuesioner dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif yang sifatnya eksploratif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas XI SMK YPK 2 BIAK melaksanakan praktik kerja industri dengan baik. Dari 40 responden yang diteliti, sebanyak 20 siswa (68,69%) mampu melaksanakan praktik kerja industri dengan sangat baik dan masuk dalam kriteria sangat tinggi, selebihnya 20 siswa (69,49%) masuk dalam kriteria tinggi. perubahan kesiapan kerja pada siswa sebesar 45% karena adanya kegiatan praktik kerja industri yang dilaksanakan. Mengingat bahwa praktik kerja industri berpengaruh nyata terhadap kesiapan kerja siswa, maka saran yang dapat disampaikan berkaitan dengan hasil penelitian yaitu: perlu adanya kerjasama antara pihak SMK dengan industri atau perusahaan tempat prakerin berkaitan dengan evaluasi siswa secara kontinu ketika mengikuti prakerin sehingga diharapkan siswa dapat mengikuti kegiatan prakerin secara optimal.
Kuat Karakteristik Beton Pracetak Yang Menggunakan Perekat Sebagai Alat Sambung Delarue, Jeffrey A.
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 13 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13150905

Abstract

The use of concrete technology, in particular precast concrete, has been in recently. In recurring and massive work, precast concrete is much more profitable compared with conventional concrete in terms of time, cost and quality of work. One of the factors heeded in precast concrete technology is the connector between precast elements. In general, the connector uses anchors of steel, bolts, and welding. Connector failures are often in the form of the loss of the steel anchor, the disconnection of the reinforced steel and the crack of wet connector using concrete mortar. In line with the development of adhesive industry in Indonesia, this research tried to use adhesive as connector device in precast concrete. It aimed at finding out a comparison between the press force of connected concrete and that of solid concrete, their pull force comparison (splitting and flexibility test) and the influence of concrete age on concrete connecting. The research method used was experimental. The adhesive used was Nitobond EC with connection at 1, 3, 7, 14 and 28 days. As a standard of comparison, concrete was made without adhesive. Test was carried out when the concrete was 28 days old to find out the press force and the pull force (splitting and flexibility test). The research findings indicated that: 1) the material used met the requirements for ASTM C 33. 2) The planned concrete press force 30 MPa was achieved at 28 days of concrete connection age. 3) Results of press and pull test (flexibility test) showed instability of force value at 1 and 3 days concrete age connection, so that the use of this research is at concrete age connection 7, 14 and 28 days. 4) At the concrete age of 7, 14 and 28 days, the press force and full force (splitting and flexibility test) indicated stability of force value and a tendency of increasing force. The press force values were 28.36, 29.87 and 30.29 MPa, respectively. The splitting pull force values were 1.34, 2.12 and 2.2 MPa, respectively. The flexibility pull force values were 4.15, 4.18 and 4.94 MPa. 5) Comparison with solid concrete at maximum value showed: connected concrete pressure force decreased 1.368 % or 0.42 MPa, connected concrete splitting pull force decreased 24. 138 % or 0.7 MPa and connected concrete flexibility pull force increased 1.856 % or 0.09 MPa. Based on the research findings, it can be concluded that the use of adhesive as a precast concrete connector device should be carried out at the concrete age of 28 days with a thoroughly clean and dry surface of the connected concrete.
Hubungan antara Kepribadian Guru dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas X di SMK Negeri 1 Tomohon Prayer Yonathan Wungkar; Jeffrey Andre Delarue
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian guru dengan motivasi belajar siswa kelas X di SMK Negeri 1 Tomohon. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian berjumlah 57 siswa dari kelas X tiga jurusan (DPIB, TKJ1, dan TKJ2) yang sekaligus dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dengan skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepribadian guru dengan motivasi belajar siswa, dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,768 dan nilai signifikansi 0,000; (2) Kepribadian guru memberikan kontribusi sebesar 58,9% terhadap motivasi belajar siswa berdasarkan nilai R Square 0,589. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepribadian guru yang mencerminkan keteladanan, kestabilan, kearifan, dan akhlak mulia memiliki hubungan yang kuat dan signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.  
Pengaruh Intensitas Penggunaan Laboratorium Komputer terhadap Hasil Belajar Siswa Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK Negeri 1 Tomohon Alter Assa; Titof Tulaka; Jeffrey Delarue; Rolly Oroh; Djubir Edi Kembuan; Pingkan Pioh
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat intensitas penggunaan laboratorium komputer dan menganalisis pengaruhnya secara signifikan terhadap hasil belajar siswa Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di SMK Negeri 1 Tomohon. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Sampel penelitian berjumlah 29 siswa dari kelas XI dan XII DPIB yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data terdiri dari kuesioner skala Likert untuk variabel intensitas penggunaan laboratorium (X) dan dokumentasi nilai praktikum resmi untuk variabel hasil belajar (Y). Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan uji-t melalui perangkat lunak SPSS 26. Hasil analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 38,869 + 0,528X. Berdasarkan uji-t, diperoleh nilai t-hitung sebesar 9,368, yang lebih besar dari t-tabel (2,052) dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara intensitas penggunaan laboratorium komputer terhadap hasil belajar siswa. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,764 menunjukkan bahwa sebesar 76,4% variasi hasil belajar siswa dipengaruhi oleh intensitas penggunaan laboratorium, sementara 23,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kesimpulannya, semakin tinggi frekuensi dan durasi siswa dalam memanfaatkan fasilitas laboratorium komputer, maka semakin meningkat pula kompetensi teknis mereka dalam bidang desain pemodelan bangunan.
Pengaruh Metode Demonstrasi terhadap Hasil Belajar Gambar Teknik Siswa Kelas X Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan SMK Negeri 1 Tomohon Zefanya Jeremia Ratu; Rolly Robert Oroh; Tendly Shwars Maki; Jeffrey Andre Delarue; Titof Tulaka; Chrisant Florence Lotulung
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode demonstrasi terhadap hasil belajar Gambar Teknik siswa kelas X Jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMK Negeri 1 Tomohon. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 20 siswa kelas X DPIB yang sekaligus dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar berbentuk uraian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t berpasangan dengan bantuan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata nilai pretest siswa adalah 67,4 (kategori Rendah) dan meningkat menjadi 79,1 (kategori Sedang) pada posttest, dengan peningkatan rata-rata sebesar 11,7 poin; (2) Ketuntasan belajar meningkat dari 20% menjadi 75%; (3) Hasil uji t berpasangan diperoleh t hitung = 27,568 > t tabel = 2,093 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa metode demonstrasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap peningkatan hasil belajar Gambar Teknik siswa kelas X DPIB SMK Negeri 1 Tomohon.
Pemodelan Kuat Tekan Beton Ber-Fly Ash Menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda Angeline Yuhasnita; Mayawi; Jeffrey Andre Delarue; Emil Padila; Randy Voller Surentu; Imanuel Latumeten
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1820

Abstract

Pemanfaatan limbah abu terbang (fly ash) mendukung material konstruksi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan memodelkan pengaruh persentase substitusi fly ash dan umur beton terhadap kuat tekan menggunakan regresi linier berganda (Ordinary Least Squares). Penelitian ini menggunakan data sekunder dari 20 observasi terdahulu (Kindangen et al., 2024), untuk mencapai efisiensi sumber daya tanpa melakukan repetisi uji laboratorium. Dalam memastikan validitas statistik terhadap heteroskedastisitas, analisis dioptimalkan dengan Robust Standard Errors (HC3). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa secara simultan, umur beton dan kadar fly ash mampu memprediksi variasi kuat tekan beton secara akurat. Secara parsial, umur beton menjadi prediktor kuat yang meningkatkan kuat tekan secara signifikan. Sebaliknya, persentase fly ash (hingga 40%) tidak memberikan pengaruh signifikan saat umur dikontrol, mengonfirmasi keamanannya sebagai material substitusi. Model regresi robust menghasilkan persamaan Kuat Tekan (MPa) = 6,865 + 0,346(Umur) - 0,023(FA). Sebagai rekomendasi, praktisi konstruksi dapat mengaplikasikan persamaan ini sebagai pendekatan awal yang efisien untuk memprediksi kuat tekan beton tanpa harus melalui tahapan eksperimen yang panjang   The utilization of fly ash waste supports sustainable construction materials. This study aims to model the simultaneous effects of fly ash substitution percentage and concrete age on compressive strength using multiple linear regression via Ordinary Least Squares. This research utilizes secondary data from 20 previous observations (Kindangen et al., 2024.) to achieve resource efficiency without repeating laboratory tests. To ensure statistical validity against heteroskedasticity constraints, the analysis was optimized using Robust Standard Errors (HC3). Modeling results indicate that simultaneously, concrete age and fly ash content accurately predict variations in compressive strength. Partially, concrete age is a strong predictor that significantly increases compressive strength. Conversely, adding fly ash (up to 40%) does not exert a statistically significant effect when age is controlled, confirming its safety as a substitute material. The robust regression model yields the equation Compressive Strength (MPa) = 6.865 + 0.346(Age) - 0.023(FA). As a recommendation, construction practitioners can apply this equation as an efficient initial approach to predict concrete compressive strength without undergoing lengthy experimental phases
Student Participation in Conducting Environmental Impact Analysis Using Artificial Intelligence: A Conceptual Review Felly Ferol Warouw; Jeffrey Andre Delarue; Sonny Dj. Mailangkay; Treesje Katrina Londa; Lady Grace Jane Giroth
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 27 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v27i3.62017

Abstract

about major changes in the fields of education and architectural practice. This article aims to conceptually examine student participation in conducting environmental impact assessments (EIA) through the use of AI technology in the Architecture Study Program at Manado State University. A literature review was conducted on various recent studies and publications discussing the integration of AI in architectural education, environmental sustainability, and digital-based environmental analysis systems. The study employs a systematic literature review (SLR) approach, filtering academic databases from 2019 to 2025 to synthesize current pedagogical frameworks. The results of the study show that AI technology can increase student engagement in project-based environmental learning, accelerate EIA data processing, and facilitate digital simulation-based decision making. AI also has the potential to strengthen environmental education through reflective, collaborative, and interactive approaches. However, challenges remain, such as digital literacy, infrastructure readiness, and the need for curriculum adaptation. This article concludes that student participation can be significantly increased through the application of AI that is pedagogically and contextually designed in the architecture curriculum.