Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kolaborasi Orang Tua - Guru dalam Mendukung Anak ADHD (Attention Dificit Hyperactivity Disorder): Sebuah Studi Kasus Tri Pujiati Sholikhah; Dinar Pratisti, Wiwien
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 2 (2024): Prosiding Seminar Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) pada anak-anak merupakan tantangan serius yang mempengaruhi perkembangan sosial dan akademik mereka. Dalam dunia pendidikan, kolaborasi antara orang tua dan guru sangat penting untuk mengatasi tantangan ini. Tujuan Penelitian ini  untuk menganalisis dinamika kolaborasi antara orang tua dan guru dalam memberikan mendukung pada anak ADHD. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Subyek penelitiannya adalah Oz, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun penderita ADHD yang bersekolah di salah satu sekolah di Surakarta. Berdasarkan  hasil observasi dan wawancara, Oz menunjukkan ciri-ciri  ADHD seperti kurang perhatian, hiperaktif, dan impulsif. Meskipun telah menjalani terapi yang memberikan perbaikan dalam beberapa aspek, tantangan masih tetap ada, terutama di lingkungan sekolah. Namun, kerjasama antara orang tua dan guru terbukti efektif membantu Oz mengatasi kesulitan tersebut. Guru yang berpengalaman dalam mendampingi anak  berkebutuhan khusus memberikan dukungan yang signifikan, sedangkan orang tua aktif  memantau perkembangan anak dan berkomunikasi secara terbuka dengan pihak sekolah. Koordinasi yang dinamis antara orang tua dan guru menunjukkan adanya kesediaan sekolah dalam beradaptasi dengan kebutuhan subjek, tercermin dari penggantian guru kelas yang tidak sesuai dengan yang berpengalaman. Komunikasi dua arah antara orang tua dan guru pendamping, serta orang tua yang secara aktif memantau dan bertanya tentang perkembangan anak mereka, menunjukkan partisipasi aktif dalam mendukung proses pendidikan subjek. Ditemukan bahwa subjek memperlihatkan gejala kurang perhatian dan hiperaktivitas-impulsivitas yang sesuai dengan kriteria diagnostik ADHD. Hasil observasi dan wawancara mengungkapkan bahwa kolaborasi yang terjalin antara aorang tua dan guru telah memberikan perkembangan yang pesat pada anak dengan ADHD. Guru kelas  dan guru pendamping  terlibat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan memberikan dukungan yang diperlukan dalam proses belajar anak. Orang tua berperan penting dalam memperhatikan dan mendukung anak di rumah, serta menjalin komunikasi yang baik dengan guru untuk memantau perkembangan anak.