Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Literatur: Pengaruh Problem-Based Learning terhadap Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa Junartiah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan. Model pembelajaran yang berpusat pada siswa, seperti Problem-Based Learning (PBL), dinilai mampu menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem-Based Learning terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa melalui studi literatur. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan desain sistematis, yang menganalisis 38 artikel penelitian yang dipublikasikan pada Google Scholar dari tahun 2019 hingga 2024. Populasi dalam studi ini adalah seluruh artikel yang membahas pengaruh PBL terhadap pembelajaran IPA. Sampel dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi seperti jenjang pendidikan dasar hingga menengah, artikel berbahasa Indonesia dan Inggris, serta mencantumkan data kuantitatif tentang hasil belajar dan keterampilan proses sains. Variabel independen adalah model PBL, sedangkan variabel dependen mencakup keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui tabulasi dan grafik menggunakan statistik ringkasan, seperti rerata skor dan nilai N-Gain. Hasil studi menunjukkan bahwa model PBL secara konsisten meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Rata-rata keterampilan proses sains pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (misalnya: Janah et al. eksperimen= 85.4 vs kontrol= 65.3; Stevani et al. eksperimen= 79.94 vs kontrol= 69.56). Hasil belajar juga mengalami peningkatan signifikan dengan nilai N-Gain rata-rata kategori sedang hingga tinggi. Distribusi jenjang pendidikan didominasi oleh tingkat SMP (42.1%), diikuti SMA, SD, dan perguruan tinggi. Problem-Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Implikasi praktis dari hasil ini mendukung pentingnya integrasi PBL dalam kurikulum pendidikan sains untuk mendorong pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna.