Devi Yulianty Surya Atmaja
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membongkar Miskonsepsi Siswa pada Konsep Momentum dan Impuls dengan Rasch Model :Temuan dari Momentum and Impulse Four-Tier Test (MIF-2T) Devi Yulianty Surya Atmaja; Achmad Samsudin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa terkait konsep momentum dan impuls, serta menganalisis distribusi kemampuan siswa dan tingkat kesulitan soal menggunakan Momentum and Impulse Four-Tier Test (MIF-2T) dan Rasch Model. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui Google Forms, kemudian dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan Ministep Rasch Model. Subjek penelitian adalah 19 siswa kelas XI MIPA di salah satu SMA di Kabupaten Sumedang yang dipilih dengan metode random sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa hanya memahami sebagian konsep dalam materi momentum, impuls, dan hukum kekekalan momentum. Pada materi momentum, 51% siswa menunjukkan pemahaman sebagian, sementara pada materi impuls, 62% siswa berada pada kategori yang sama. Materi hukum kekekalan momentum juga menunjukkan 58% siswa memiliki pemahaman yang terbatas. Meskipun demikian, hukum kekekalan momentum memiliki proporsi pemahaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan momentum dan impuls, meskipun masih terdapat miskonsepsi yang signifikan. Analisis Rasch Model mengungkapkan bahwa siswa dengan kemampuan tertinggi, L03 (laki-laki), menunjukkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan siswa lainnya, sementara siswa dengan kemampuan terendah, L04 (laki-laki), menunjukkan keterbatasan dalam menjawab soal-soal. Materi momentum, khususnya soal M1, dinilai sebagai materi dengan tingkat kesulitan tertinggi, sementara soal I9 merupakan soal termudah. Temuan ini menunjukkan bahwa evaluasi berbasis teknologi, seperti MIF-2T dan Rasch Model, dapat memberikan diagnosis yang lebih akurat terhadap miskonsepsi siswa. Hasil ini berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan dapat diterapkan dalam pendidikan tinggi, khususnya dalam perkuliahan fisika dasar dan teknik