Ketidakseimbangan beban pada saluran distribusi tenaga listrik selalu terjadi, khususnya pada beban pelanggan rumah tangga yang memanfaatkan tenaga listrik satu fasa. Akibat ketidakseimbangan beban tersebut muncullah arus netral pada transformator. Arus netral yang mengalir pada transformator menyebabkan terjadinya rugi-rugi daya (losses) pada Jaringan Tegangan Rendah (JTR). Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan pemeliharaan pada Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dengan melakukan pemerataan beban. Pemerataan beban merupakan pekerjaan penting dan rutin yang tidak ada habisnya, karna transformator tidak dapat dibebani secara optimal apabila salah satu fasanya telah mencapai batas arus yang ditentukan, sedangkan arus pada fasa yang lain masih rendah. Pemerataan beban dilakukan dengan memindahkan beban dari fasa yang memiliki beban lebih besar ke fasa yang memiliki beban kecil. Pemerataan beban ini bertujuan untuk memperkecil jumlah arus netral yang tentunya akan mengurangi rugi-rugi daya pada pada jaringan tegangan rendah dan mengurangi kerugian PLN dari sisi ekonomis serta mencegah gangguan beban lebih satu fasa pada transformator. Setelah dianalisis pada transformator distribusi BR 114 diperoleh rugi-rugi sebelum pemerataan beban, setelah pemerataan beban pertama dan setelah pemerataan beban kedua masing - masing adalah 88,144 % ; 19,6 % ; 7,3 %. Rugi-rugi daya sebelum pemerataan beban, setelah pemerataan beban pertama dan setelah pemerataan beban kedua masing-masing adalah 10,8746 kW ; 0,8932 kW ; 0,141 kW. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai pemerataan beban, penulis menganalisis berdasarkan data yang ada.