Pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi menjadi tidak kondusif, khususnya dalam menjaga nilai-nilai karakter masyarakat yang mulai tergerus. Salah satu budaya lokal yang masih bertahan dan memiliki nilai edukatif adalah kesenian Terebang Sejak di Kampung Adat Dukuh, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai karakter disiplin yang tercermin dalam praktik kesenian Terebang Sejak sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter masyarakat, khususnya generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat, guru kesenian dan masyarakat, serta dokumentasi pada kegiatan Latihan dan pementasan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan data yang disampaikan oleh (Huberman, 2014), aktivitas dalam analisis ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori karakter dari Lickona yang menekankan pentingnya aspek moral knowing, moral feeling, dan moral action dalam pembentukan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Terebang Sejak mencerminkan kedisiplinan tinggi dari para pelakunya, baik dalam hal waktu latihan, tata busana, urutan prosesi, hingga etika selama pertunjukan. Nilai-nilai disiplin ini tidak hanya dibentuk oleh aturan kelompok seni, tetapi juga diperkuat oleh norma-norma adat yang masih dijaga oleh masyarakat Kampung Dukuh. Dengan demikian, Terebang Sejak tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga menjadi media efektif dalam pembentukan dan penguatan karakter disiplin di lingkungan sosial maupun pendidikan.