Hakim, Beni
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Peran Sektor Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi Daerah Prawira, Ageng; Hakim, Beni
Economic Management Business Research Journal Vol 1, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ember.v1i2.6400

Abstract

Sektor pertanian memainkan peran yang sangat signifikan dalam pembangunan ekonomi, terutama di area yang masih tergantung pada aktivitas sektor agraris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran sektor pertanian dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjuta strategi pengembangan sektor pertanian, tantangan yang dihadapi sektor pertanian, ketimpangan sektor pertanian terhadap pembangunan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode penelitian yang digunakan adalah Jenis penelitian  pustaka (library research) secara terstruktur untuk mencari, mengumpulkan, mengolah, dan menyimpulkan data menggunakan metode atau teknik tertentu dengan mempelajari teori-teori dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal, hasil riset terdahulu, majalah, dan sumber literatur lainnya. Hasil penelitian ini penelitian ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Sektor ini terbukti menjadi kontributor utama terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan penyerapan tenaga kerja, terutama di wilayah pedesaan, serta berperan dalam pengentasan kemiskinan, pengurangan kesenjangan sosial, dan penyediaan ketahanan pangan lokal. Strategi pengembangan yang dibutuhkan mencakup peningkatan kapasitas adaptasi petani terhadap perubahan iklim, perluasan pelatihan teknologi pertanian, penetapan kebijakan yang konsisten dan berpihak pada petani, penguatan infrastruktur distribusi, serta penyediaan skema pembiayaan yang inklusif. Penelitian ini juga menyoroti adanya ketimpangan antarwilayah dalam hal akses sumber daya, adopsi teknologi, infrastruktur, dan dukungan pemerintah, yang menyebabkan perbedaan produktivitas pertanian dan menghambat pemerataan pembangunan ekonomi.