Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Transformasi Komunikasi Bisnis Interaktif di Era Digital Melalui Tiktok: Tantangan dan Strategi Membangun Engagement Konsumen Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan Harmen, Hilma; Hasugian, Anastasia Boru; Napitu, Christin Yesikha; Butarbutar, Della Agaveni; Purba, Dinda Rachel Minado; Tambunan, Dini Maharani; Hutagalung, Sondang Lamsarina Br
Economic Management Business Research Journal Vol 1, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ember.v1i2.6202

Abstract

Transformasi komunikasi bisnis di era digital menuntut pendekatan yang lebih interaktif dan partisipatif, seiring dengan pergeseran perilaku konsumen yang semakin aktif di media sosial. TikTok, sebagai salah satu platform berbasis video pendek yang tengah populer, menawarkan potensi besar dalam membangun keterlibatan konsumen secara emosional dan dua arah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan serta merumuskan strategi komunikasi bisnis interaktif melalui TikTok guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan pendekatan analisis deskriptif serta triangulasi peneliti lintas disiplin untuk memperoleh perspektif yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam komunikasi bisnis di TikTok meliputi overload informasi yang menyebabkan pesan brand sulit tersampaikan, Interaksi dengan Konten Merek, Peningkatan Jumlah Pengikut, serta siklus tren yang cepat berubah atau Konten yang Cepat Tenggelam. Untuk mengatasi tantangan tersebut, dirumuskan 4 strategi utama: (1) Kolaborasi dengan Influencer sebagai agen kepercayaan, (2) pemanfaatan live streaming sebagai media interaksi real-time, (3) penyajian konten Kreatif dan Otentik dan (4) Penerapan hashtag challenge untuk mendorong partisipasi audiens. Strategi-strategi ini selaras dengan tahapan customer engagement, yaitu consumptioni dan collaboration, yang secara keseluruhan dapat membangun loyalitas konsumen jangka panjang. Kesimpulannya, TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai kanal strategis dalam membangun hubungan bermakna antara bisnis dan konsumen. Melalui strategi komunikasi yang kreatif, konsisten, dan otentik, platform ini mampu mendorong engagement yang tinggi dan memperkuat fondasi bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah persaingan digital yang semakin dinamis. 
Pengaruh Self-Efficacy terhadap Minat Kewirausahaan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan dalam Mengembangkan Usaha Kuliner di Era Digital Hasyim, Hasyim; Hasugian, Anastasia Boru; Tambunan, Dini Maharani; Hutagalung, Sondang Lamsarina BR
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap minat kewirausahaan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan dalam mengembangkan usaha kuliner di era digital. Self-efficacy adalah keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengelola tindakan untuk mencapai tujuan tertentu, yang berperan penting dalam membentuk minat berwirausaha. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 50 mahasiswa dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat kewirausahaan, dengan nilai koefisien determinasi 51,1%, yang berarti self-efficacy menjelaskan sebagian besar variasi minat berwirausaha mahasiswa. Mahasiswa dengan self-efficacy tinggi lebih percaya diri untuk memulai dan mengembangkan usaha kuliner berbasis digital, memanfaatkan teknologi pemasaran digital, serta mampu menghadapi risiko dan tantangan dalam dunia usaha yang kompetitif. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan self-efficacy melalui pendidikan kewirausahaan berbasis digital sebagai modal utama dalam mencetak wirausaha muda yang kreatif dan adaptif di era transformasi digital.