Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN MINAT DAN SIKAP TERHADAP PENTINGNYA DONOR DARAH PADA MASYARAKAT RT/RW.002/010 TARUMAJAYA KABUPATEN BEKASI TAHUN 2023 Pierlita Rini; Rifqi Widiya Rahmawati
Jurnal Teknologi Bank Darah JTBD Vol.3 No.1 (Juni 2024)
Publisher : Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65228/jtbd.v3i1.9

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) bahwa kebutuhan darah minimal 2% dari jumlah penduduk di indonesia, yang mencapai 275 juta jiwa per tahun 2022, idealnya ada sekitar 5,5 juta kantong darah per tahun yang tersedia baik di UTD PMI maupun UTDRS. Sayangnya, saat ini hanya tersedia rata-rata 4 juta kantong darah per tahun. Dengan 90% berasal dari donor darah sukarela dan sisanya dari donor pengganti. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan tetang minat dan sikap terhadap pentingnya donor darah pada masyarakat RT/RW.002/010 Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kp. Karang tengah RT/RW.002/010 Desa Pusaka Rakyat, KecamatanTarumajaya, Kabupaten Bekasi dengan Besar sampel sebanyak 40 responden yang diperoleh dari teknik Slovin yang dilaksanakan pada bulan September Tahun 2023. Hasil : Tingkat pengetahuan responden Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pada kategori Baik Sebanyak 26 responden (65%), minat responden berada pada kategori kurang sebanyak 13 responden (32,5%), dan sikap responden berada pada kategori positif sebanyak (80%). Kesimpulan: Berdasarkan hasil dari penelitian bahwa pengetahuan tentang minat dan sikap terhadap pentingnya donor darah tidak seimbang karena pengetahuan tentang donor darah baik tetapi minat responden untuk donor darah kurang dengan alasan takut dengan jarum donor dan belum pernah melakukan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kurangnya minat donor darah karena kurangnya sosialisasi di masyarakat 002/010 Kabupaten Bekasi.
Pengaruh Kadar HB terhadap Penolakan Donor Darah Metode Apheresis di UDD PMI DKI Jakarta pada Tahun 2020-2023: Penelitian Pierlita Rini; Ratu Milandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.3092

Abstract

Apheresis blood donation is an innovative blood transfusion service that removes certain components and returns the rest to the donor's body. However, this process is often hampered by the hemoglobin (Hb) levels of prospective donors not meeting the requirements. This study aims to analyze the effect of Hb levels on the rejection rate of apheresis blood donations at the Jakarta Red Cross (PMI) Blood Donation Unit (UDD) for the 2020–2023 period. The research method uses a quantitative approach with secondary data from donor records, analyzed through simple regression to see the relationship between Hb levels and donor rejection. Of 7,552 prospective donors, 1,940 people (25.7%) were rejected due to abnormal Hb levels. The results show a very strong and significant relationship between Hb levels and donor rejection (R² = 0.98; p = 0.0055), with a regression coefficient of 0.3667. This means that the more donors with inappropriate Hb levels, the higher the donor rejection rate. It is concluded that hemoglobin levels are a major factor in the success of apheresis donor selection. Therefore, the Jakarta PMI Blood Donor Unit needs to increase education for prospective donors about the importance of maintaining normal Hb levels to reduce rejection rates and ensure the availability of safe and high-quality blood.