Każb adalah salah satu kata yang sering diulang-ulang dalam Al-Qur'an. Pengulangan kata kazb dibagi menjadi derivasi dari dua belas każb dalam Al-Qur'an. Każb diletakkan sesuai dengan struktur kalimat dan makna yang terkandung di dalamnya. Sehingga penempatan derivasi każb dalam al-Qur'an sesuai dengan konteks pembahasan di dalamnya. Pembahasannya cenderung pada ranah sosial dan kepercayaan. Oleh karena itu, menarik untuk menganalisisnya dengan menerapkan analisis terstruktur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui derivasi każb dalam Al-Qur'an dan menjelaskan struktur yang terkandung dalam derivasi Kazb dalam Al-Qur'an dengan menggunakan analisis struktural-linguistik Ferdinand de Saussure. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan linguistik struktural yang dikemukakan oleh Ferdinand de Saussure yang terdiri dari 4 tahapan analisis, yaitu penanda, langue parole, sinkronis-diakronis, dan sintagmatik-paradigmatik. Analisis data menggunakan model tematik yang melalui tahapan sebagai berikut: 1) mengumpulkan dan mengklasifikasikan data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung turunan każb, 2) memfokuskan pada data yang layak untuk dianalisis, 3) menyajikan hasil penelitian. data berupa deskripsi naratif pendek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara struktural dan linguistik, istilah każb berkaitan dengan hati. Hal ini karena pembahasan każb dalam Al-Qur'an banyak berkaitan dengan keyakinan akan kebenaran ajaran Allah. Perkembangan makna każb yang diawali dengan makna keraguan pada periode klasik tafsir Al-Qur’an, menjadi upaya untuk menipu Allah dengan alibi keimanan pada periode kontemporer. Hal ini disebabkan pengaruh ilmu yang tidak diimbangi dengan kebaikan hati. Oleh karena itu, hati menjadi alat yang signifikan bagi kemajuan berpikir dan keindahan moralitas manusia.