Pandemi Covid-19 menyebabkan pembelajaran tatap muka pada saat itu ditiadakan dan diganti dengan pembelajaran daring secara online. Kondisi saat itu mengharuskan proses pembelajaran harus tetap dilakukan, semua proses diseserahkan kepada guru sesuai dengan kemampuan dasar IT yang dimiliki, sehingga guru menggunakan media sosial seperti whastapp dan telegram serta beberapa Aplikasi Learning Management System yang sudah ada seperti Moodle, Microsoft Teams, Google Classroom dan masih banyak. Sehingga perlu sebuah sistem yang bisa digunakan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan. Penelitian yang dilakukan pada mulanya adalah bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi berbasis web yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengawasan dalam hal proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah terdiri dari tahapan perencanaan, analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, dan pengujian atau biasanya disebut metode pengembangan Rapid Application Development. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah sistem informasi yang dapat mengotomatisasi berbagai proses pembelajaran dan menutupi kelemahan dari proses yang berjalan secara manual, dan membatu menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu bagi sekolah yang semula untuk pengawasan proses pembelajaran sampai ke program pembiasaan budaya-budaya baik. Hasil penelitian yang sudah berjalan telah menunjukkan jika sibaya yang dikembangkan telah menunjukan keberhasilan dalam meningkatkan dan memperbaiki dalam kecepatan, penyajian data dan akurasi data, dimana beberapa fiturnya mudah diakomodasi seperti fitur feedback, file management, absensi, pengumpulan tugas, dan masih banyak lagi. Tetapi masih sulit bagi pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah untuk memantau kelancaran proses pembelajaran yang telah dilakukan oleh guru dan siswa karena guru menggunakan beragram media yang mereka kuasai serta latar belakang kemampuan IT masing-masing guru.