Pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor krusial dalam mencapai keberhasilan suatu organisasi, termasuk Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Boyolali. BKPSDM bertanggung jawab dalam peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) guna meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan publik. Namun, kendala ruang dan waktu dalam metode pelatihan konvensional menjadi hambatan signifikan dalam pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan bagi ASN. Pengembangan Learning Management System (LMS) dipandang sebagai solusi inovatif untuk mengatasi kendala tersebut, dengan menyediakan platform digital yang memungkinkan pembelajaran dilakukan secara daring. LMS memungkinkan peserta mengakses materi secara fleksibel serta meningkatkan interaksi dengan instruktur melalui fitur komunikasi yang terintegrasi. Penelitian ini menggunakan metode ADDIE dengan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan umpan balik dari pengguna LMS Corporate University Kabupaten Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMS secara signifikan meningkatkan aksesibilitas pembelajaran, memfasilitasi interaksi antara peserta dan pengajar, serta meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya. Meskipun terdapat tantangan teknis, secara keseluruhan pengguna menyatakan kepuasan terhadap antarmuka dan fungsionalitas LMS.Dengan demikian, pengembangan dan penerapan LMS diharapkan mampu mendukung upaya reformasi birokrasi di Kabupaten Boyolali, serta berkontribusi dalam peningkatan kompetensi dan profesionalitas ASN melalui pembelajaran yang lebih efisien dan fleksibel.