Pemanasan global dan penumpukan sampah telah menjadi isu krusial yang menuntut solusi inovatif dan berkelanjutan. Inovasi INSINERALIS (Insinerator Penyaring Karbon Ramah Lingkungan dengan Ijuk, Karbon Aktif, Cangkang Telur dan Air Kapur Serta Pemanfaatan Panas Pembakaran sebagai Sumber Pembangkit Listrik) hadir sebagai jawaban atas permasalahan sampah dan kebutuhan energi, sekaligus upaya signifikan untuk mengurangi emisi karbon di udara. Konsep ini secara fundamental mendukung ekonomi sirkular dengan mengubah limbah padat menjadi sumber daya energi dan mengurangi dampak polusi, sehingga menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan bertanggung jawab di tingkat lokal. Melalui survei dan pengujian kinerja menggunakan Xiaomi Air Detector Tester Kualitas Udara CO2 TVOC HCHO 5in1 - XT1, INSINERALIS terbukti efektif mengurangi kadar karbon dioksida pada asap hasil pembakaran sampah hingga 55% (dari 5000 ppm menjadi 2246 ppm) berkat sistem penyaring yang inovatif dengan ijuk, karbon aktif, cangkang telur, dan air kapur. Lebih lanjut, inovasi ini mengintegrasikan 12 unit Peltier TEC1-12706 yang memanfaatkan panas sisa pembakaran sampah untuk menghasilkan efek Seebeck. Pengukuran menggunakan digital multimeter HABOTEST HT109L menunjukkan kemampuan pembangkitan listrik AC sebesar 220V yang mampu menyalakan lampu 50 watt. Dengan demikian, INSINERALIS tidak hanya menawarkan solusi komprehensif untuk pengelolaan sampah tanpa dampak lingkungan negatif, tetapi juga menyediakan sumber energi alternatif dari limbah. Inovasi ini memiliki potensi besar untuk peningkatan daya saing daerah Boyolali dengan menawarkan model pengelolaan limbah yang efisien, mengurangi ketergantungan energi, serta menumbuhkan kapasitas inovasi teknologi berbasis keberlanjutan.