Maulida, Alya Farhana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Model Pembelajaran Matematika Berbasis Budaya Lokal terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Bangun Datar Siswa Maulida, Alya Farhana; Ghufron, Anik
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v13i2.89761

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak model pembelajaran matematika berbasis budaya lokal (PMBBL) terhadap pemahaman konsep bangun datar siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian didasari rendahnya pemahaman siswa akibat dominasi metode direct instruction. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group, melibatkan 48 siswa kelas V pada salah satu SDN di  Kabupaten Tanah Laut yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen berupa tes pemahaman konsep dengan analisis uji normalitas, homogenitas, uji paired sample t-test, uji independent sample t-test, dan n-Gain. Hasil menunjukkan rata-rata posttest kelompok eksperimen (83,13) lebih tinggi dari kontrol (72,29). Uji paired sample t-test dan independent sample t-test memperoleh sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, sedangkan n-Gain kelompok eksperimen sebesar 0,53 (kategori sedang). Temuan ini membuktikan PMBBL efektif meningkatkan pemahaman konsep sekaligus menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Hal ini sejalan dengan salah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu Quality Education (Pendidikan Berkualitas), yang menekankan pada peningkatan kualitas pembelajaran, dan mendorong pembelajaran bermakna.
Low Understanding of Mathematical Concepts and Local Culture: A Case Study of Elementary School Students in Tanah Laut Regency Maulida, Alya Farhana; Ghufron , Anik
Al-Khwarizmi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 14 No. 1 (2026): Al-Khwarizmi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jpmipa.v14i1.7861

Abstract

Abstract: This research aims to identify the level of students' understanding of mathematical concepts and mastery of local culture as a basis for the development of a local culture-based learning model, as well as to determine the factors causing the low level of understanding of concepts and lack of local culture in mathematics learning. This research employs a mixed-method approach with a quantitative design supplemented by qualitative data. The subjects include 24 fifth-grade students at an elementary school in Tanah Laut Regency. Data collection techniques include mathematics concept comprehension tests, local cultural understanding tests, and documentation. The results showed that only 20.83% of students achieved a high category in understanding two-dimensional shapes, while understanding of local culture was very low only 4.167% of students able to identify cultural elements accurately. The implications of this study suggest that contextual teaching materials based on local culture need to be developed to help students better understand mathematical concepts while fostering a love for their own culture. Abstrak: Penelitian ini mengidentifikasi tingkat pemahaman konsep matematika dan penguasaan budaya lokal sebagai dasar pengembangan model pembelajaran berbasis budaya lokal serta untuk mengetahui penyebab rendahnya pemahaman konsep dan kurangnya budaya lokal dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode mixed-method dengan desain kuantitatif yang diperkuat data kualitatif. Subjek 24 siswa kelas V di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Tanah Laut. Teknik pengumpulan data meliputi tes pemahaman konsep matematika, tes pemahaman budaya lokal, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hanya 20,83% siswa yang mencapai kategori tinggi dalam pemahaman konsep bangun datar, sementara pemahaman terhadap budaya lokal sangat rendah yaitu 4,167% siswa mampu mengidentifikasi unsur budaya secara tepat. Hasil ini menunjukkan perlu dikembangkan bahan ajar kontekstual berbasis budaya lokal agar siswa lebih mudah memahami konsep matematika sekaligus menumbuhkan kecintaan pada budaya sendiri.