Amiluhur, Anastasia Damar Ayuningtyas Putri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Amerika Serikat dalam Mempertahankan Eksistensinya di Kawasan Atlantik Utara melalui Greenland Amiluhur, Anastasia Damar Ayuningtyas Putri
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 11 No. 3 (2025): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v11i3.7278

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Amerika Serikat (AS) dalam mempertahankan eksistensi dan pengaruhnya di kawasan Atlantik Utara melalui Greenland, khususnya dalam menghadapi ancaman geopolitik dari Rusia dan Cina. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran strategis Greenland bagi kepentingan keamanan dan ekonomi AS, serta menelaah bagaimana kebijakan pertahanan dan diplomasi Amerika Serikat dijalankan dalam menjaga stabilitas kawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kebijakan dan analisis dokumen. Data penelitian diperoleh melalui telaah dokumen resmi pemerintah AS, perjanjian bilateral, laporan NATO, serta literatur akademik terkait geopolitik Arktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AS memanfaatkan Pituffik Space Base sebagai basis pertahanan dan faktor deterrence terhadap Rusia dan Cina, sekaligus memperkuat kerjasama strategis dengan Denmark dan Greenland melalui jalur diplomasi serta mekanisme pertahanan kolektif NATO. Meskipun demikian, AS menghadapi tantangan serius berupa dinamika politik lokal di Greenland, ekspansi investasi Cina di sektor energi dan infrastruktur Arktik, serta klaim hukum Rusia atas jalur pelayaran dan sumber daya di laut Arktik. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa keberhasilan AS dalam mempertahankan pengaruhnya di kawasan Atlantik Utara akan sangat ditentukan oleh kemampuan adaptasi kebijakan, konsistensi diplomasi, serta penguatan aliansi strategis.