Kajian ini bertujuan mengkaji faktor pendorong kecurangan laporan keuangan berdasarkan perspektif fraud hexagon dengan memasukkan tingkat pendidikan sebagai variabel moderasi. Kajian menerapkan metode kuantitatif menerapkan data primer yang dihimpun melalui penyebaran kuesioner kepada 155 karyawan aktif sebagai responden. Penentuan sampel dijalankan dengan teknik non-probability sampling mengacu pada rumus Hair. Pengolahan data dijalankan menerapkan SmartPLS melalui pendekatan Partial Least Square (PLS). Perolehan analisis mengindikasikan perolehan R Square sejumlah 0,627, yang berarti variabel eksogen mampu menjelaskan 62,7% variasi motivasi kecurangan laporan keuangan. Pengujian hipotesis mengungkapkan bahwa tekanan dan rasionalisasi mempunyai dampak negatif namun tidak signifikan pada motivasi melakukan kecurangan. Kesempatan serta kemampuan memberikan dampak positif, namun juga tidak signifikan. Sebaliknya, arogansi serta kolusi terbukti berpengaruh positif pada motivasi terjadinya kecurangan laporan keuangan. Selain itu, pengujian indirect effectmemperlihatkan bahwasanya tingkatan pendidikan tidak mampu memoderasi korelasi dengan tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kemampuan, arogansi, maupun kolusi dengan motivasi kecurangan laporan keuangan. Temuan tersebut mengindikasikan bahwasanya peningkatan arogansi dan kolusi cenderung memperkuat motivasi menjalankan kecurangan, sedangkan tekanan, kesempatan, rasionalisasi, dan kemampuan tidak menunjukkan pengaruh yang berarti.