Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POTENSI INTEGRASI ZAKAT DAN WAQAF BERBASIS DIGITAL UNTUK PENCAPAIAN SUSTAINABLE DEVELOPMANT GOALS (SDGS) DALAM PRESPEKTIF MAQASHID SYARIAH Fajar Satriyawan Wahyudi; Azrul Amirullah, Muhammad
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 5 No. 2 (2025): June-December 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/joipad.v5i2.11845

Abstract

This study examines the potential of digital-based zakat and waqf integration as a strategic instrument to support the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) through the Maqashid Sharia approach. Using descriptive qualitative methods and literature studies, this study explores how digitalization can improve efficiency, transparency, and inclusiveness in zakat and waqf management. The analysis shows that digital zakat and waqf integration aligns with the five main objectives of Maqashid Sharia, namely the protection of religion, life, intellect, descendants, and property. Digital transformation is a catalyst for increasing public participation and equitable distribution of benefits, as well as addressing sustainable development challenges such as poverty, social inequality, and access to education. However, the implementation of this integration still faces challenges, including low digital literacy, a lack of innovation in social financial products, and limitations in regulations and reporting systems. Therefore, synergy between Islamic financial institutions, the government, and stakeholders is needed to build an adaptive, accountable, and sustainable zakat and waqf governance system to strengthen Islam's contribution to global development.
TRANSPARENCY AND ACCOUNTABILITY OF PRODUCTIVE WAQF: MITIGATING THE PRINCIPAL-AGENT PROBLEM THROUGH THE SHARIA CORPORATE SOCIAL PERFORMANCE (CSP) FRAMEWORK Azrul Amirullah, Muhammad; M. Akbar Hilman; Muhammad Nabil Hanif; Musyaffa Addin
Jurnal Ilmiah Al-Tsarwah Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/al-tsarwah.v8i2.10596

Abstract

Economic empowerment in the modern era focuses not only on improving material well-being but also demands equity, distributive justice, and social sustainability in accordance with sharia principles. In this context, waqf becomes a strategic instrument. The Indonesian Waqf Board (BWI, 2023) estimates that the potential for cash waqf in Indonesia reaches around IDR 180 trillion per year, but its realization is still very low, only in the range of several trillion rupiah. This large gap indicates that the potential of waqf as an inclusive and sustainable long-term financing instrument has not been optimally utilized. Using a descriptive qualitative method, a case study on the Foundation for the Maintenance and Expansion of Waqf at Pondok Modern Gontor (YPPWPM), UNIDA Gontor will be complemented by in-depth semi-structured interviews with various stakeholders to map perceptions and analyze relevant documents. Findings indicate persistent information asymmetry and limited public reporting, which erode trust and constrain the productivity of waqf assets. Mapping CSP’s three pillars: (i) social responsibility principles, (ii) social responsiveness processes, and (iii) observable outcomes onto YPPWPM’s governance clarifies where accountability mechanisms can be operationalized (e.g., clearer role separation, auditable reporting, outcome tracking aligned to maqāṣid al-sharī‘ah). The paper proposes a practicable CSP-Syariah checklist for nazhir that reduces information asymmetry, strengthens answerability, and improves legitimacy, thereby mitigating the principal–agent problem and enabling more consistent productive deployment of waqf assets at Gontor. Policy and managerial implications highlight the need for standardized public reporting, routine sharia/audit reviews, and outcome-based monitoring to sustain stakeholder confidence and social
Rekonstruksi Kebijakan Pembangunan Sumber Daya Manusia Dalam Mengatasi Pengangguran Perspektif Maqasid Al-Syari’ah Nasution, Saipul; Azrul Amirullah, Muhammad; Bin Basri, Mokmin; Jamhuri
El-Dusturie Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Islam Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/eldusturie.v5i1.13335

Abstract

Abstract: The high unemployment rate indicates an imbalance between job availability and the quality of human resources (HR) produced by the national development system. Most HR development policies are still oriented towards conventional economic approaches that emphasize productivity and economic growth alone, thus paying little attention to the dimensions of ethics, social justice, and holistic human welfare. This study aims to analyze the role of human resource development in addressing unemployment through the perspective of Maqasid al-Shari'ah and to formulate a framework for reconstructing public policy based on Islamic political values. This study uses a qualitative method with a library research approach that examines classical and contemporary literature in the fields of Islamic politics, Islamic economics, and normative sources such as the Qur'an and hadith related to the concept of work and human development. Data analysis is conducted descriptively-qualitatively through normative-theological and sociological approaches to connect Islamic principles with human resource development strategies in the modern context. The results show that Islam views HR development as an integral process that encompasses the development of human intellectual, spiritual, and moral aspects. Within the framework of Maqasid al-Shari'ah, efforts to address unemployment are closely related to the protection of human reason, life, and property. Therefore, the state has a strategic responsibility to formulate policies on education, job training, economic empowerment, and equitable job creation. This research confirms that integrating the values ​​of the maqasid al-Shari'ah into human resource development policies can be an alternative approach to addressing unemployment while achieving sustainable social welfare.   Keywords: Human Resource Development; Unemployment; Islamic Politics; Maqasid Al-Shari'ah, Public Policy.   Abstrak: Tingginya tingkat pengangguran menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dihasilkan oleh sistem pembangunan nasional. Sebagian besar kebijakan pembangunan SDM masih berorientasi pada pendekatan ekonomi konvensional yang menekankan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi semata, sehingga kurang memperhatikan dimensi etika, keadilan sosial, dan kesejahteraan manusia secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembangunan sumber daya manusia dalam mengatasi pengangguran melalui perspektif Maqasid al-Shari'ah serta merumuskan kerangka rekonstruksi kebijakan publik berbasis nilai-nilai politik Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research yang mengkaji literatur klasik dan kontemporer dalam bidang politik Islam, ekonomi Islam, serta sumber-sumber normatif seperti Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan konsep kerja dan pembangunan manusia. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui pendekatan normatif-teologis dan sosiologis guna menghubungkan prinsip-prinsip Islam dengan strategi pembangunan sumber daya manusia dalam konteks modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang pembangunan SDM sebagai proses integral yang mencakup pengembangan aspek intelektual, spiritual, dan moral manusia. Dalam kerangka maqasid al-syari’ah, upaya penanggulangan pengangguran berkaitan erat dengan perlindungan terhadap akal, jiwa, dan harta manusia. Oleh karena itu, negara memiliki tanggung jawab strategis dalam merumuskan kebijakan pendidikan, pelatihan kerja, pemberdayaan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja yang berkeadilan. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai maqasid al-syari’ah dalam kebijakan pembangunan SDM dapat menjadi pendekatan alternatif dalam mengatasi pengangguran sekaligus mewujudkan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan. Kata kunci: Pembangunan Sumber Daya Manusia; Pengangguran; Politik Islam; Maqasid Al-Syari’ah; Kebijakan Publik.
PENDAMPINGAN MANAJEMEN METODE PEMBELAJARAN DI TPA AS- SIROJ BERBASIS KLASIFIKASI TINGKAT BACAAN AL QUR’AN Shinta Retnowati, May; Fida Rahman, Hammad; Janu Pradana, Agista; Azrul Amirullah, Muhammad; Rendy Raihan Nur Dihan, Muhammad; Mushthofa, Ghulam
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.%p

Abstract

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) merupakan lembaga pendidikan nonformal yang berperan penting dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada anak. Namun dalam pelaksanaannya, beberapa TPA masih menghadapi kendala dalam pengelolaan sistem pembelajaran, khususnya ketika siswa dengan tingkat kemampuan bacaan yang berbeda belajar dalam satu kelas yang sama. Permasalahan tersebut juga ditemukan di TPA As Siroj Desa Kambeng Kecamatan Slahung, di mana siswa dengan tingkat bacaan mulai dari Iqra hingga Juz ‘Amma mengikuti pembelajaran dalam satu kelas dengan satu orang guru sehingga proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Kegiatan ini bertujuan untuk menata metode pembelajaran melalui klasifikasi tingkat bacaan siswa agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih terarah. Kegiatan ini menggunakan Pendekatan  pengbdian Tematik, dengan melakukan  manajemen Klasifikasi dengan metode placement test, small Group Discussion dan Fun Game yang terstruktur dalam tahapan yang focus dalam penyelesaian masalah. Adapun tahapan pengabdian yang dilakukan antara lain; 1). tahapan identifikasi permasalahan, 2). Analisis kebutuhan pembelajaran, 3).perancangan sistem klasifikasi tingkat bacaan, 4). Pelaksanaan, dan 5). evaluasi. Hasil kegiatan pasca penerapan klasifikasi tingkat bacaan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran dan  membuat siswa lebih fokus, serta memudahkan guru dalam mengelola kelas. Dengan demikian, penataan sistem pembelajaran berbasis klasifikasi tingkat bacaan dapat menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di TPA As Siroj Desa Kambeng.