Artikel ini mendeskripsikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang yang berfokus pada upaya pengurangan praktik ijon di Desa Pakopen. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memahami faktor-faktor yang membuat petani masih terjerat dalam ijon, sekaligus merumuskan strategi alternatif berbasis kelembagaan desa melalui penguatan peran BUMDes. Pelaksanaan kegiatan menggunakna pendekatan partisipatif dengan melibatkan petani, tengkulak, aparatur desa, dan pengurus BUMDes. Metode yang digunakan berupa wawancara, observasi lapangan, serta diskusi kelompok untuk menggali permasalahan dan mencari solusi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa praktik ijon terutama disebabkan oleh keterdesakan ekonomi, keterbatasan akses transportasi, serta keterikatan sosial-budaya dengan tengkulak yang menimbulkan ketergantungan jangka panjang. Dampaknya adalah kerugian ekonomi, hilangnya posisi tawa, dan semakin kuatnya lingkaran ketergantungan. Melalui penguatan peran BUMDes sebagai lembaga distribusi alternatif, petani mulai memperoleh akses pemasaran yang lebih adil denga harga mendekati pasar. Selain itu, kegiatan KKN berhasil meningkatkan kesadaran petani akan kerugian ijon, memperkuat legitimasi sosial BUMDes, serta membangun sinergi antara petnai, perangkat desa, dan perguruan tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyelesaian praktik ijon tidak cukup melalui regulasi formal, melainkan memerluka intervensi sosial-ekonomi berbasis kelembagaan desa, di mana BUMDes menjadi aktor strategis dalam pemberdayaan petani.