Membaca merupakan kunci untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan, termasuk informasi dan petunjuk sehari-hari yang berdampak besar bagi kehidupan. Kemampuan membaca yang baik tidak hanya bisa lancar membaca, namun juga bisa memahami teks yang dibaca.menurut penelitian yang dilakukan PISA, siswa Indonesia menempati peringkat 64 dari 65 negara peserta matematika, sains dan membaca. Ini bukti bahwa keterampilan membaca siswa Indonesia sangat rendah. Â Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan pojok baca dalam pengembangan minat baca siswa di kelas I pada SDN 01 Ngawensari. Jenis penelitian ini kulitatif deskriptif dimana penulis menggambarkan fenomena atau kondisi dengan apa adanya. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, wali kelas, dan siswa kelas I SDN 01 Ngawensari. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian hasil dari penelitian ini bahwa implementasi pojok baca dalam pengembangan minat baca siswa di SDN 01 Ngawensari telah berhasil meningkatkan minat baca siswa kelas I. Pojok baca berperan sebagai perpustakaan kecil yang dikelola oleh guru kelas, dan meskipun tidak memiliki fasilitas yang kompleks seperti perpustakaan tradisional, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan budaya membaca dan literasi siswa. Pelaksanaan pojok baca dievaluasi berdasarkan ketersediaan buku, fasilitas pendukung, metode pembelajaran yang menarik, dan monitoring serta evaluasi terhadap perubahan minat baca siswa. Dari hasil evaluasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pojok baca telah berhasil dalam meningkatkan minat baca siswa. Berdasarkan penelitian ini, saran bagi sekolah yaitu diharapkan bisa lebih mengembangkan kegiatan literasi siswa. Sekolah juga diharapkan bisa lebih mempromosikan literasi ini dengan kegiatan-kegiatan yang bisa menaik minat siswa untuk membaca, seperti lomba membaca puisi atau kegiatan yang mendorong minat baca siswa lainnya.