Desa Wisata Hanjeli di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, merupakan salah satu konsep pengembangan desa berbasis wisata edukasi yang berfokus pada pelestarian kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat, khususnya petani perempuan. Tanaman hanjeli (Coix lacrima-jobi L.) dijadikan ikon utama desa sekaligus sumber kegiatan ekonomi melalui kegiatan usaha tani dan non-usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Desa Wisata Hanjeli dalam memberdayakan petani perempuan dan meningkatkan pendapatan rumah tangga mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 19 petani perempuan yang aktif dalam berbagai divisi kegiatan wisata, seperti divisi tour guide, divisi olahan produk hanjeli, divisi aksesoris hanjeli, dan divisi homestay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam kegiatan wisata edukasi telah membuka akses terhadap sumber penghasilan baru yang sebelumnya tidak tersedia. Sebelum terlibat dalam kegiatan desa wisata, pendapatan rumah tangga sebesar Rp 4.183.339/bulan. Setelah petani perempuan terlibat secara aktif, diperoleh tambahan pendapatan sebesar Rp 8.330.000/bulan dari berbagai kegiatan wisata. Selain peningkatan ekonomi, pemberdayaan yang terjadi juga berdampak secara sosial dan psikologis, di mana para perempuan merasa lebih percaya diri, dihargai, dan memiliki peran strategis dalam pembangunan desa. Desa Wisata Hanjeli berperan tidak hanya sebagai wadah kegiatan pariwisata, tetapi juga sebagai fasilitator dalam penyediaan modal, pelatihan keterampilan, dan akses pasar bagi masyarakat. Kata kunci : desa wisata, pemberdayaan perempuan, hanjeli, pendapatan rumah tangga, wisata edukasi