Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PURNABAKTI DALAM PERSPEKTIF KONSELING ISLAM Jamil Yusuf, M.
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v6i1.18743

Abstract

Setiap orang yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara, karyawan dan pekerja sesuai peraturan perundangan yang berlaku wajib menerima pada purna bakti atau pensiun dengan segala hak yang melekat padanya. Memasuki masa pensiun berarti mengakhiri masa bertugas/bekerja dan kembali menjadi warga masyarakat biasa untuk meneruskan pengabdiannya kepada keluarga dan kegiatan-kegiatan sosial masyarakat. Pada sebagian pensiunan bahwa memasuki masa purna bakti adalah sebuah kebahagiaan, namun pada sebagian lainnya bisa mengalami masalah-masalah berat seperti berkurangnya keuangan, menurunnya kesehatan, merasa kesepian dan sebagainya. Pada sebagian pensiunan yang mengalami masalah sangat mungkin yang bersangkutan dapat menangani sendiri masalahnya, namun pada sebagian lainnya dipandang perlu mendapat layanan bantuan, termasuk layanan konseling Islam. Dalam perspektif konseling Islam adalah beberapa hal yang ditawarkan, yakni: (1) memunculkan asumsi bahwa para pensiunan itu haus akan kasih sayang dan penerimaan anggota keluarga. Lalu konseling Islam harus mengakomudir dua hal ini serta  mengembangkan tujuan hidup yang bermakna; (2)  sebagai konselor Muslim harus mengedepankan banyak mendengar tentang masalah dan konsep hidup bermakna yang didambakan klien di hari-hari tuanya hingga menemukan kesepakatan yang bermakna; dan (3) indikator kualitas diri seseorang klien amat ditentukan oleh kualitas ketabahan dan kesabaran. Semakin tangguh seseorang menghadapi masalah, maka semakin kuat dalam mengharungi kesulitan-kesulitan hidup di hari tuanya.