This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Fadhilah Isra Dewi, Moh.Y. Un Mayalibit, Sigit Purwaka
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN LITERASI DIGITAL DALAM MEMBENTUK KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS XI G SMA NEGERI 4 JAYAPURA Fadhilah Isra Dewi, Moh.Y. Un Mayalibit, Sigit Purwaka
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 05 Oktober (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pokok permasalahan dalam penelitian ini, seiring dengan perkembangan teknologi guru dituntut untuk mampu mengintegrasikan media digital dalam menyampaikan materi agar lebih kontekstual dan menarik, sekaligus menumbuhkan sikap reflektif dan kritis pada diri siswa. Sehingga, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan literasi digital dalam membentuk kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI G SMA Negeri 4 Jayapura. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana penggunaan teknologi digital dapat menunjang proses belajar-mengajar dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital telah diterapkan dalam berbagai bentuk, seperti penggunaan website sekolah (SMANPAT), PowerPoint, video YouTube, permainan interaktif digital, E-Book, WhatsApp, Canva, Al-Qur’an digital, dan Google. Pemanfaatan ini dilakukan melalui lima pendekatan utama: pembelajaran berbasis teknologi, pencarian dan evaluasi informasi, pengembangan proyek digital, pendidikan karakter melalui literasi digital, serta pelatihan dan pendampingan. Literasi digital terbukti berkontribusi dalam mengasah kemampuan berpikir kritis siswa secara analitis dan reflektif, terutama saat mereka menilai perbedaan pandangan ulama, menyikapi konten dakwah digital, serta membentuk pendapat berdasarkan sumber yang beragam. Sebanyak 90% siswa telah menunjukkan kemampuan yang baik dalam menggunakan media digital untuk berliterasi. Implikasinya, guru perlu terus meningkatkan kompetensi dalam memanfaatkan teknologi secara inovatif, siswa diharapkan menjadi pembelajar aktif yang kritis, dan sekolah perlu memastikan tersedianya sarana pendukung agar literasi digital dapat dioptimalkan dalam pembelajaran.