Perilaku Self Disclosure pada media sosial, khususnya Twitter sering dilakukan oleh remaja karena Twitter merupakan salah satu media yang bisa meluapkan ekspresi remaja tanpa takut diketahui identitas aslinya. Peningkatan perilaku Self Disclosure pada media sosial Twitter dapat ditelusuri pada survey yang dilakukan oleh we are sosial bahwa Twitter menjadi media sosial kelima yang paling sering digunakan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat bagaimana bentuk Self Disclosure yang terjadi, apa motif dibalik perilaku Self Disclosure, hal apa saja yang menjadi pedoman dalam melakukan Self Disclosure, apa dampak yang dirasakan dari perilaku Self Disclosure, serta apakah enggagement antara pengguna dan Followwers memiliki peranan pada perilaku Self Disclosure. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dilakukan pada remaja pengguna Twitter yang berdomisili di Mojokerto. Informan penelitian ini berjumlah lima orang yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Teknik Pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah wawancara semi terstruktur dan juga observasi yang dianalisis serta disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa informan cenderung terbuka dan senang melakukan perilaku Self Disclosure. Hal tersebut disebabkan remaja yang cenderung mencari atensi terhadap khalayak publik, serta berusaha meluapkan perasaan serta emosi yang dialaminya secara anonym di media sosial Twitter, dampak yang dirasakan oleh remaja setelah melakukan Self Disclosure salah satunya merupakan bentuk katarsis pada dirinya, Bentuk keterbukaan seringkali berupa Tweet mengenai perasaan pribadi dan aktivitas keseharian informan. Dilain sisi Meskipun begitu informan cenderung enggan mengungkapkan masalah terkait keluarga dan juga sex.