Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih ditemukannya sikap keagamaan siswa kelas VII di SMPN 1 Jatinunggal yang kurang sesuai harapan, seperti rendahnya kedisiplinan dalam ibadah, kurangnya sikap sopan terhadap guru, serta minimnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan sekolah. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dirumuskan ke dalam tiga pertanyaan utama, yaitu: (1) bagaimana penerapan metode pendidikan dalam keluarga siswa kelas VII, (2) bagaimana tingkat sikap keagamaan siswa kelas VII, dan (3) apakah terdapat pengaruh metode pendidikan dalam keluarga terhadap sikap keagamaan siswa kelas VII di SMPN 1 Jatinunggal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode pendidikan dalam keluarga, mendeskripsikan tingkat sikap keagamaan siswa, serta menganalisis pengaruh metode pendidikan keluarga terhadap sikap keagamaan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, dengan jumlah sampel sebanyak 25 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan metode pendidikan dalam keluarga siswa kelas VII SMPN 1 Jatinunggal berada pada kategori baik dengan persentase 83,15%; (2) tingkat sikap keagamaan siswa berada pada kategori baik dengan persentase 84,85%; dan (3) terdapat pengaruh signifikan metode pendidikan dalam keluarga terhadap sikap keagamaan siswa sebesar 36,6% dengan nilai t_hitung 2,227 lebih besar daripada t_tabel 2,069. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan dalam keluarga memiliki kontribusi yang nyata dalam pembentukan sikap keagamaan siswa.