Atikoh, Iklilah
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Kesantunan dalam Ekspresi Doa Digital: Analisis Pragmatik di Instagram Atikoh, Iklilah; Ma`nawi, Arief
Indonesian Language Education and Literature Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v11i1.20402

Abstract

Instagram menjadi salah satu platform untuk individu dalam menyampaikan doa secara publik melalui teks, gambar, maupun video. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ekspresi doa di Instagram dengan pendekatan pragmatik, berdasarkan teori permohonan dan kesantunan oleh Brown dan Levinson (1987). Fokusnya adalah mengidentifikasi bentuk permohonan langsung dan tidak langsung dalam doa berbahasa Indonesia dan Jawa. Data diambil dari 100 postingan Instagram, termasuk caption pada reels dan feeds, serta komentar. Komentar yang dipilih berkriteria: (1) ditulis dalam bahasa Indonesia atau Jawa; (2) mengandung ekspresi permohonan kepada Tuhan (doa); (3) bersifat publik dan dapat diakses tanpa batasan akun pribadi; serta (4) tidak mengandung unsur iklan, promosi, atau spam. Data dianalisis dari segi struktur kebahasaan dan strategi kesantunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permohonan langsung lebih dominan. Dalam bahasa Indonesia, kedua bentuk muncul seimbang dan sering disertai ungkapan santun, seperti semoga atau mohon doanya. Adapun dalam bahasa Jawa cenderung menggunakan permohonan tidak langsung sebagai bentuk kesantunan. Ekspresi doa di Instagram menunjukkan variasi strategi komunikasi yang dipengaruhi oleh bahasa, budaya, dan konteks sosial pengguna. Strategi direct request lebih sering digunakan dalam situasi yang mendesak atau personal. Strategi indirect request cenderung muncul dalam konteks yang lebih reflektif, sopan, dan berbasis budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun media sosial bersifat cepat dan informal, ekspresi doa tetap mencerminkan nilai-nilai kesantunan, norma budaya, serta kedekatan relasi spiritual dengan Tuhan. Temuan ini dapat dimanfaatkan oleh para pendakwah digital, content creator religius, serta pengelola akun keislaman dalam merancang konten dakwah. Politeness Strategy in Digital Prayer Expression: Pragmatic Analysis on InstagramInstagram has become a platform for individuals to publicly express their prayers through text, images, and videos. This study aims to examine prayer expressions on Instagram using a pragmatic approach, based on the theory of requests and politeness by Brown and Levinson (1987). The focus is to identify direct and indirect forms of requests in Indonesian and Javanese prayers. Data were taken from 100 Instagram posts, including captions on reels and feeds, as well as comments. Comments were selected based on the following criteria: (1) written in Indonesian or Javanese; (2) containing expressions of requests to God (prayer); (3) public and accessible without personal account restrictions; and (4) not containing elements of advertising, promotion, or spam. The data were analyzed in terms of linguistic structure and politeness strategies. The results show that direct requests are more dominant. In Indonesian, both forms appear equally and are often accompanied by polite expressions, such as "harap" (hopefully) or "mohon doanya" (please pray). Javanese, on the other hand, tend to use indirect requests as a form of politeness. Prayer expressions on Instagram show a variety of communication strategies influenced by the user's language, culture, and social context. The direct request strategy is more often used in urgent or personal situations. Indirect request strategies tend to emerge in more reflective, polite, and culturally informed contexts. These findings suggest that despite the fast-paced and informal nature of social media, expressions of prayer still reflect values of politeness, cultural norms, and a close spiritual relationship with God. These findings can be utilized by digital preachers, religious content creators, and Islamic account managers in designing preaching content.