Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Land Execution as Collateral in Debt Agreement Default: A Case Study of Decision No. 65/PDT.BTH/2022/PN KDI Devinny, Kelly; Agustining, Agustining; Azharuddin, Azharuddin; Rivai, Yasdan
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 6 No. 2 (2025): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v6i2.1283

Abstract

This study aims to analyze the implementation of land execution as collateral in a debt agreement when the debtor is in default, using the Kendari District Court Decision Number 65/Pdt.Bth/2022/PN Kdi as a case study. The background of this study stems from the persistent legal disputes between creditors and debtors regarding the mechanism for executing collateral objects in the form of land, particularly when the agreement lacks a valid material guarantee or violates the principles of contract law. The research adopts a normative juridical approach by examining relevant legal provisions, including the Civil Code, Law No. 4 of 1996 concerning Mortgage Rights, as well as doctrines and jurisprudence related to collateral execution. In addition, an empirical juridical approach was employed to evaluate the practical application of these legal norms in the Kendari District Court. Data were collected through literature review, decision analysis, and interviews with parties familiar with the case. The findings indicate that the execution of land as collateral for debt in this case was conducted through a request for an execution order after the debtor was proven to be in default. However, the process encountered obstacles due to the absence of a valid mortgage deed as the legal basis for execution. The judge, in rendering the decision, upheld the principles of justice and legal certainty by rejecting the execution request and emphasizing that a debt agreement not accompanied by a valid mortgage deed cannot serve as the legal foundation for executing the land object.
Penerapan Restorative Justice Terhadap Kasus Kekerasan Dan Perkelahian Anak Dibawah Umur Sebagai Pelaku Di Wilayah Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan Halawa, Ningsi Julianti; Savira, Diah Ayu; Rivai, Yasdan
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/45yne786

Abstract

Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan prosedur formal dan implementasi nyata Diversi oleh Aparat Penegak Hukum di Medan Marelan terhadap kasus kekerasan dan perkelahian ABH sesuai mandat UU SPPA dan peraturan terkait, untuk mengidentifikasi dan mengkaji secara mendalam faktor-faktor yuridis dan sosiologis yang menjadi kendala maupun pendorong optimalisasi Diversi di lingkungan APH dan masyarakat Medan Marelan, dan untuk mengukur dan menganalisis efektivitas Diversi dalam mewujudkan prinsip Keadilan Restoratif, khususnya terkait pemulihan korban dan pembinaan tanggung jawab anak pelaku. Jenis penelitian yang diterapkan adalah Yuridis Empiris (Penelitian Hukum Sosiologis atau Socio-Legal Research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Diversi oleh Aparat Penegak Hukum di Medan Marelan pada kasus kekerasan dan perkelahian Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) belum berjalan optimal sesuai amanat UU SPPA dan prinsip Keadilan Restoratif. Tawuran remaja terbukti merupakan bentuk penyimpangan sosial yang dipelajari melalui interaksi intensif dalam kelompok sebaya sebagaimana dijelaskan dalam Teori Differential Association. Faktor solidaritas kelompok, tekanan teman sebaya, pencarian identitas, dan pengaruh media sosial menjadi pendorong utama terjadinya kekerasan remaja, sedangkan lemahnya pengawasan keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kendala dalam optimalisasi Diversi. Meskipun Diversi berperan dalam mendorong pemulihan korban dan pembinaan tanggung jawab anak pelaku, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh faktor yuridis dan sosiologis di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif melalui penguatan pendidikan karakter, pendampingan psikososial, serta keterlibatan aktif keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat penegak hukum dalam mencegah tawuran remaja dan mewujudkan keadilan restoratif.